Pria Berkebaya Hitam di Kirab Suro Mangkunegaran, Izin Dipalsukan
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Sebuah foto memperlihatkan seorang pria yang mengenakan kebaya hitam saat mengikuti Kirab Malam 1 Suro di Puro Mangkunegaran ramai diperbincangkan di media sosial. Kejadian ini memicu perdebatan sengit di kalangan warganet, terutama setelah muncul klaim bahwa pemakaian busana tersebut sudah mendapatkan izin resmi dari pihak penyelenggara acara.
Keributan ini bermula dari unggahan akun Threads @mbulnyandul. Akun tersebut membagikan tangkapan layar dari Instagram yang menampilkan tiga orang tengah mengenakan kebaya hitam. Dari ketiga orang itu, salah satunya diduga kuat adalah seorang pria. Dalam unggahan itu, terdapat pesan yang ditujukan kepada artis Sara Wijayanto dan juga kepada Gusti Sura, yang memiliki nama lengkap GRAj. Ancillasura Marina Sudjiwo.
Gusti Sura sendiri merupakan kakak dari Gusti Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo, yang merupakan putra mahkota dan saat ini memimpin Puro Mangkunegaran dengan gelar KGPAA Mangkunegara X. Selain itu, Gusti Sura juga menjabat sebagai ketua panitia penyelenggara untuk acara 1 Suro Be 1960 Mangkunegaran.
"Ibuuu @sarawijayanto, tolong ini anaknya ditegur. Dikasih tau, mana yg patut mana yang ndak. Acara sakral, bukan acara mejeng-mejeng. Dengan segala hormat nggih, Ibu. Gusti Sura @ancsud, nyuwun palilah," demikian bunyi pesan yang ditulis oleh akun tersebut, sebagaimana dikutip dari unggahan yang beredar pada Jumat, 19 Juni 2026.
Unggahan itu langsung dibanjiri beragam komentar dari warganet. Sebagian besar mempertanyakan etika dari pemilik akun yang diduga mengaitkan masalah ini dengan Sara Wijayanto. Sementara itu, warganet lainnya mulai mempertanyakan aturan berpakaian dalam kirab tersebut, serta bagaimana mekanisme izin yang seharusnya berlaku dalam kegiatan adat seperti ini.
Tak lama kemudian, beredar unggahan lain yang menampilkan tanggapan dari akun yang diduga terkait dengan peserta kirab. Dalam tanggapan itu, disebutkan bahwa penggunaan kebaya telah mendapatkan izin dari pihak penyelenggara. "Karena yg punya acara mengizinkan," tulis akun tersebut dalam salah satu unggahan yang menyebar luas.
Namun, melalui akun Threads pribadinya, Gusti Sura dengan tegas membantah klaim tersebut. Ia menyatakan bahwa Puro Mangkunegaran tidak pernah memberikan izin khusus kepada siapa pun untuk memakai kebaya dalam acara tersebut. "Mangkunegaran telah mengeluarkan panduan ageman untuk ritual adat 1 Sura, panitia penyelenggara 1 Sura BE 1960 tidak pernah memberikan izin, dispensasi, ataupun perlakuan khusus kepada pihak mana pun," kata Sura.
Ia juga menyampaikan harapan agar peringatan Malam 1 Suro bisa menjadi bagian dari kehidupan bersama dan memperkuat hubungan masyarakat dengan nilai-nilai budaya yang diwariskan. "Semoga semangat refleksi, ketertiban, dan saling menghormati yang hadir dalam peringatan Malam 1 Sura Be 1960 dapat terus menjadi bagian dari kehidupan bersama serta memperkuat hubungan masyarakat dengan nilai-nilai budaya yang diwariskan lintas generasi," ujar Gusti Sura.
"Mangkunegaran mengucapkan terima kasih atas antusiasme masyarakat yang begitu besar dalam mengikuti peringatan Malam 1 Sura Be 1960," tambahnya.
Belakangan, pria yang menggunakan kebaya itu sudah menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat luas atas kegaduhan yang terjadi.
Artikel ini menjadi salah satu artikel terpopuler pada Jumat, 19 Juni 2026. Beberapa artikel lain yang juga ramai dibaca antara lain: Heboh Pria Berkebaya Ikut Kirab Malam 1 Suro di Puro Mangkunegaran, Warganet Geram; BXSea Oceanarium & YO-GYO Aquarium Jepang Dorong Konservasi-Edukasi Laut; Viral Pria Berkebaya Saat Kirab 1 Suro di Mangkunegaran, Ini Ketentuan Pakaian Peserta; BXSea Tangerang Selatan Pamerkan Kuda Laut Hasil Konservasi Lintas Negara; Farhan Sengaja Tutup Alun-alun Bandung, Tak Puas Kinerja Kontraktor; Sambut HUT Jakarta ke-499, Ancol Buka Akses Gratis untuk Warga DKI; Aroma Balas Dendam Istri di Balik Magis Ronggeng Gunung Pangandaran; Fakta Mengejutkan Asal Usul Nama Kerajaan Majapahit, Sudah Tahu?; Iran Protes Keras ke FIFA Soal Pembatasan Perjalanan di Piala Dunia 2026; serta Surabaya Kini Punya Beach Club Tertinggi di Indonesia, Ada di Hotel Mewah Baru Ini.
Kejadian ini memperlihatkan bagaimana sebuah tradisi budaya bisa memicu perdebatan di era media sosial. Meskipun sudah ada klarifikasi dari pihak Puro Mangkunegaran, peristiwa ini tetap menjadi pengingat bahwa setiap peserta acara adat sebaiknya mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh penyelenggara. Permintaan maaf dari pihak yang bersangkutan diharapkan bisa meredakan ketegangan dan mengembalikan fokus pada esensi spiritual dari peringatan Malam 1 Suro itu sendiri.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Timnas Iran Protes FIFA atas Pembatasan Perjalanan 2026
Hotel Borobudur Gelar Discover Betawi untuk HUT 499 Jakarta
Hotel Sultan GBK Dibeberkas, Pemerintah Fokus Karyawan
KLH Adakan Pertemuan Lintas Agama untuk Moral Ekologis
Guide dan Porter Gunung Rinjani Perlu Kartu Akses Tahunan
Piala Dunia 2026: Paket Wisata Mewah Harga Jutaan Dolar
Berita Terbaru
Pria Berkebaya Hitam di Kirab Suro Mangkunegaran, Izin Dipalsukan
Tips Mudah Jaga Kondensor AC Mobil Biar Tetap Dingin
Jadwal Kualifikasi Asian Games 2026: Timnas Mobile Legends Hadapi Malaysia dan Filipina
Mahasiswa depresi mayor raih IPK 4 dan jurnal tembus SINTA 3
BCA Finance Tawarkan Bunga 4% untuk Kredit Mobil Baru