Purbaya: 420 Triliun Saldo Anggaran Membantu Stabilitas Ekonomi
Gambar atau konten salah?
Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa Saldo anggaran lebih (SAL) mencapai Rp 420 triliun. Dana tersebut tersebar di perbankan dan di Bank Indonesia. Dana tersebut akan digunakan untuk menstabilkan perekonomian dan menutupi kebutuhan fiskal.
Menanggapi kenaikan harga minyak mentah dunia, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa APBN 2026 masih memiliki bantalan melalui Rp 420 triliun SAL. “Kalau misalnya orang bilang, wah harga minyak 150 dolar, kita masih punya SAL Rp 420 triliun. Jadi, bantalan kita ada banyak, pertahanan kita berlapis-lapis,” ujar Purbaya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Senin (06 April 2026). Purbaya menekankan bahwa dana ini akan membantu menahan dampak fluktuasi harga minyak.
Ia menjelaskan bahwa dana sebesar Rp 300 triliun telah ditempatkan di perbankan, sementara sisanya berada di Bank Indonesia. Distribusi tersebut memudahkan akses likuiditas bagi sektor keuangan.
“Rp 200 triliun (penempatan di bank). Saya tambah Rp 100 triliun lagi, (jadi) Rp 300 triliun, (sisanya) Rp 120 triliun masih di BI. Nanti kan pajak masuk lagi, kita akan lihat gimana pergerakannya,” jelas Purbaya. Purbaya juga menegaskan bahwa penempatan dana di BI bertujuan menjaga stabilitas mata uang.
Purbaya menegaskan bahwa kebijakan ini menempatkan prioritas pada manajemen kas yang hati‑hati, agar penempatan uang tidak mengganggu suplai uang di pasar. Pemerintah berharap pengelolaan kas yang cermat dapat meminimalisir risiko inflasi.
Ia menyebut pertumbuhan uang primer (M0) saat ini berada di angka 19%. “Tapi manajemen cash-nya adalah sedemikian rupa sehingga kita tidak mengganggu supply uang di pasar. Tadi kan 19% tuh M0 pertumbuhannya. Kalau itu bisa dijaga terus aja sepanjang tahun. Jadi bisa tumbuh 22% lebih. Artinya ekonomi berjalan,” terungkap Purbaya. Purbaya menyatakan bahwa pertumbuhan M0 yang terkontrol dapat mendukung pertumbuhan ekonomi.
Dengan saldo anggaran lebih sebesar Rp 420 triliun, pemerintah dapat menstabilkan ekonomi meski harga minyak naik. Kebijakan ini diharapkan dapat menambah kepercayaan investor dan konsumen.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Indonesia 108 GW, 85% Fosil, 15% Terbarukan, Target Tercapai
IHSG Tutup 5.839,78, Garuda Naik Setelah Jatuh Pasar
Fiskal Indonesia Aman: Defisit APBN 0,7% PDB, Purbaya
Alfamidi Laba Kuartal 2026 Naik 39,5% dengan Ekspansi Gerai
Tarif Listrik Tetap 2017, Subsidi Naik Rp201 Triliun
BEI Hadiri Pertemuan Investor Global, Kuatkan Pasar Modal
Berita Terbaru
