Puskesmas Kusuma Bangsa Terbangun di Bekas RS COVID-19
Gambar atau konten salah?
Puskesmas Kusuma Bangsa akan dibangun di bekas Rumah Sakit (RS) COVID-19 yang terletak di Jalan Kusuma Bangsa, Lamongan. Rencana ini bertujuan mengurangi kepadatan layanan kesehatan di wilayah perkotaan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan, Muhammad Chaidir Annas, menjelaskan bahwa puskesmas baru akan menjadi solusi atas kebutuhan layanan kesehatan tingkat pertama di Kecamatan Lamongan, yang selama ini hanya dilayani oleh satu fasilitas. Ia berkata, “Dengan hadirnya Puskesmas Kusuma Bangsa, pelayanan kesehatan tingkat pertama akan lebih mudah dijangkau masyarakat sehingga antrean dan beban pelayanan dapat terbagi, terutama di wilayah kota.”
Lokasi puskesmas berdekatan dengan RSUD dr Soegiri Lamongan tidak akan menimbulkan tumpang tindih pelayanan. Chaidir menegaskan bahwa kedua fasilitas memiliki fungsi berbeda. Puskesmas Kusuma Bangsa akan beroperasi sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), melayani rawat jalan, rawat inap dasar, promosi kesehatan, dan pencegahan penyakit. Sementara RSUD dr Soegiri tetap menjadi Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) bagi pasien yang memerlukan dokter spesialis dan penanganan lanjutan.
“Fungsi dan segmentasi pelayanannya berbeda, sehingga justru saling melengkapi dalam sistem layanan kesehatan yang ada,” ujarnya.
Untuk mendukung alih fungsi tersebut, Pemerintah Kabupaten Lamongan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,3 miliar. Dana tersebut bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) melalui APBD Kabupaten Lamongan Tahun Anggaran 2026. Uang ini akan digunakan untuk rehabilitasi dan pembangunan fasilitas penunjang agar bangunan bekas RS COVID-19 dapat beroperasi sesuai standar pelayanan kesehatan.
Proses pengerjaan fisik diperkirakan memakan waktu dua bulan, dengan target selesai pada Agustus 2026. Setelah selesai, fasilitas tersebut akan segera difungsikan untuk melayani masyarakat, baik layanan rawat jalan maupun rawat inap dasar.
Chaidir menegaskan bahwa pemanfaatan kembali bekas RS COVID-19 menjadi Puskesmas Kusuma Bangsa merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan pemerataan akses layanan kesehatan sekaligus mengoptimalkan aset publik yang sebelumnya digunakan saat masa pandemi. Ia menambahkan, “Harapannya masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang lebih mudah, cepat, dan merata, terutama bagi warga di kawasan perkotaan Lamongan.”
Dengan langkah ini, Lamongan berharap dapat menurunkan beban pelayanan di RSUD dr Soegiri dan memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi penduduk kota. Puskesmas baru ini diharapkan menjadi titik temu bagi masyarakat yang membutuhkan perawatan dasar tanpa harus menunggu lama di fasilitas rujukan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Tunisia Kalah 5-1 di Piala Dunia, Pelatih Dipertanyakan
Muharram 1448 H: Luncurkan Bantuan untuk Muslim
Pemerintah Usulkan Bagi‑Bagi Kompor Listrik Rp815 Miliar
Lapangan Merdeka Medan Belum Buka, Trek Lari Diperbaiki
LF PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Pada Rabu 17 Juni 2026
Spanyol Hadapi Cape Verde di Piala Dunia 2026, Siap Tantangan
Spanyol Hadapi Cape Verde di Piala Dunia 2026, Laga 1 Grup H
Amorim Jadi Pelatih AC Milan, MU Beban Finansial Ringan