Tunisia Kalah 5-1 di Piala Dunia, Pelatih Dipertanyakan
Gambar atau konten salah?
Di laga perdana Piala Dunia 2026, Tunisia dikalahkan Swedia dengan skor 5-1. Pertandingan itu berlangsung pada Senin, 15 Juni 2024 di mana Hannibal Mejbri dan rekan‑rekan tim tampil di lapangan.
Pelatih Sabri Lamouchi, yang berusia 54 tahun, baru saja diangkat pada Januari 2024. Setelah hasil memalukan ini, kabar menyebutkan bahwa Tunisia akan memutuskan hubungan dengan Laboouchi. Keputusan ini diambil setelah tim gagal mencetak gol dan menelan lima gol lawan.
Jika benar, Lamouchi akan menjadi pelatih pertama yang diberhentikan setelah hanya memimpin satu laga di Piala Dunia. Sebelumnya, pada edisi 1998, Tunisia juga memecat pelatih Henry Kasperczak setelah dua kekalahan di fase grup.
Skor 5-1 dianggap sebagai hasil terburuk dalam sejarah Tunisia di turnamen ini. Tim belum pernah mengalami kerugian sebesar ini di kompetisi internasional.
Setelah pertandingan, Labouchi menyesalkan hasil tersebut. Ia mengaku, “Ini kekalahan yang berat. Rasanya menyakitkan. Memulai kompetisi dengan kekalahan seburuk ini memang sulit,” katanya. Ia menambahkan, “Dengan pemain kelas dunia yang dimiliki oleh dua penyerang Swedia (Gyokeres dan Isak), ini adalah sesuatu yang sulit untuk dipulihkan. Kami membuat terlalu banyak kesalahan. Kami memiliki harga diri. Kami harus bereaksi. Kami harus menampilkan citra yang lebih baik,” ungkapnya.
Keputusan pemecatan ini menandai tantangan baru bagi Tunisia. Tim harus segera menyesuaikan strategi dan memulihkan semangat agar tidak terjerumus lebih jauh dalam kompetisi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
