Samsung Hadapi Tekanan Chipset, Jaga Harga Kompetitif
Gambar atau konten salah?
RAM dan chipset menimbulkan tekanan di seluruh rantai pasok teknologi, termasuk di Samsung. Selvia Gofar, Director of Online Business Samsung Indonesia, mengungkapkan secara terbuka dampak tersebut.
"Krisis chipset dan memori pasti memberikan impact ke Samsung, akan tetapi Samsung tetap berusaha memberikan harga yang kompetitif dan memberikan akses lebih ke konsumen," kata Selvia.
Untuk menanggapi tekanan harga, Samsung mengedepankan strategi harga yang bersaing dan memperluas akses bagi konsumen. Salah satu cara yang diambil adalah kerja sama dengan platform e‑commerce seperti Lazada, yang menawarkan promo cicilan dan free delivery.
"Soal chipset kan sebenarnya kita satu pabrik juga dengan semi konduktor, maka dari itu ada beberapa pertimbangan untuk supply dan kenaikan harga, tapi kami kembalikan lagi untuk menghitung berapanya itu tetap dari features-nya dulu," jelas Selvia.
Contoh konkret terlihat pada S26 Ultra, yang dilengkapi chipset canggih dan inovasi AI tinggi. Karena fitur unggulan, harga S26 Ultra akan berada di atas seri lainnya. Namun, pada 6 Juni 2024 Super Wow Sale di Lazada, konsumen dapat berhemat membeli produk yang sudah lama diincar.
"Nah, dengan momen promo tanggal kembar seperti Lazada 6.6 Super Wow Sale ini lah konsumen dapat berhemat membeli produk yang sudah lama diincar," tambah Selvia.
Selvia menjelaskan bahwa Z series, Fold, dan S Series memiliki target segmen yang berbeda. Z series ditujukan bagi yang produktif, Flip bagi yang kreatif dan trendy, dan S Series bagi yang suka foto‑foto.
"Untuk tiga lini smartphone Z, Fold dan S Series, itu target segmennya berbeda‑biasa. Z series untuk mereka yang produktif, Flip bagi mereka yang kreatif dan trendy, kemudian yang S Series untuk yang suka foto‑foto," ujar Selvia.
Dengan meningkatnya kecerdasan konsumen, Samsung tidak ingin asal‑asalan dalam menawarkan pilihan gadget. Selvia menekankan pentingnya memberi akses lebih kepada konsumen, baik yang masih mempertimbangkan maupun yang baru.
"Kita juga lihat dari konsumen pasti banyak yang rencana beli handphone, karena sebelum lebaran ada S26, A57 dan A37. Karena belanja itu investasi, kayaknya dengan Mega Sale ini bisa memberikan akses lebih ke konsumen baik yang masih consider maupun ke konsumen baru," tutupnya.
Secara keseluruhan, Samsung berusaha menyeimbangkan tekanan pasokan dengan strategi harga dan promosi, sambil menyesuaikan produk dengan kebutuhan segmen konsumen yang semakin cerdas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
GPOS Lite: Digitalisasi Apotek dengan Dukungan Lapangan
Lazada Luncurkan Cicilan 0% untuk Elektronik Back to School
Telkom Luncurkan AIcosystem Fokus Manfaat dan Kontrol
Raffi Ahmad Dorong AI di Telkom Hub Jakarta: Jangan Takut
Telkom Luncurkan AIcosystem: Ekosistem AI Jakarta Nusantara
Lazada Ungkap Produk Terlaris Libur Sekolah + Diskon 6.6
Berita Terbaru
1.198 Jemaah Malang Kembali Dari Haji 2026, Tertib, Efisien
Verdonk Tiba Terlambat, Herdman Pastikan Main di Garuda
Kementerian Energi Tinjau Penundaan Batu Bara China PT DSI
Muharram: Bulan Mulia, Pahala Ganda bagi Semua Muslim
PENS Dorong Perguruan Tinggi Jadi Solver Masalah Sosial
Marselino Absen, Timnas Siap Hadapi Oman 04 Juni Di SUGBK
Konate Lenyap, Liverpool Siap Terima Pengunduran Pada Awal Juni
PB ESI Pilih 7 Atlet DOTA 2 ke Esports Nations Cup 2026
GPOS Lite: Digitalisasi Apotek dengan Dukungan Lapangan
