Kopdes Merah Putih Dapat Rp3 Miliar per Desa

Endah K. · 3 min baca · 2 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Kopdes Merah Putih Dapat Rp3 Miliar per Desa

Gambar atau konten salah?

Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menyebut setiap Koperasi Desa Merah Putih mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 3 miliar. Uang itu dipakai untuk membangun fisik, gerai, serta sarana dan prasarana.

"Untuk setiap desa itu dialokasikan Rp 3 miliar setiap desa itu dibagi menjadi untuk pembangunan fisik, gerai dan untuk menyediakan sarana prasarana," kata Joao usai acara Seminar Nasional KDKMP di Gedung Sasana Kriya, TMII, Jakarta Timur, pada Kamis, 16 Juli 2026.

Ia membeberkan pihaknya sudah melakukan pengadaan sebanyak 26 barang untuk mendukung operasional Kopdes Merah Putih. Mulai dari mobil pickup, truk, motor tiga roda, sistem Point of Sales (POS), digitalisasi sistem, CCTV, hingga pendingin ruangan (AC).

"Termasuk seperti, mobil pickup, truk, motor 3 roda, ada sistem rak, kemudian sistem POS-nya, digitalisasinya, CCTV, AC dan segala kebutuhan atau kurang lebih 26 poin barang-barang yang kita supply sebagai sarana-prasarana untuk mendukung operasionalisasi setiap gerai tersebut," jelasnya.

Soal sumber dana, Joao menjelaskan alokasi itu berasal dari hasil realokasi dana desa yang dikelola lebih efektif dan efisien. Nantinya, Kementerian Keuangan akan mencicil kepada Himbara yang bertindak sebagai penyalur kredit.

"Jadi dana yang harusnya Rp 240 juta untuk 80 ribu desa, itu harusnya digelontorkan harus diambil dari APBN tahun ini, beliau (Presiden Prabowo) melakukan suatu inovasi yang luar biasa, terobosan sehingga Danantara yang menyediakan anggaran tersebut. Kemudian kementerian keuangan yang akan melakukan pencicilan sehingga kegiatan ekonomi atau kegiatan perputaran uang di bank-bank tersebut menjadi suatu pemberian manfaat yang sangat besar," beber Joao.

Menurut Joao, skema itu memberi kepastian bagi perbankan. Sebab, kredit tersebut mendapat jaminan negara lewat Dana Desa. Risiko kredit macet atau Non-Performing Loan (NPL) bisa ditekan seminim mungkin.

"Kepada bank-bank dan juga ada kepastian bahwa tidak terjadi NPL karena ini kredit, apalagi yang lebih baik kalau kredit dijamin sama negara, itu yang dilakukan terobosan yang luar biasa oleh Pak Presiden," jelasnya.

Di sisi lain, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menyalurkan barang-barang subsidi sekaligus bantuan pemerintah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Joao memperkirakan keuntungan dari menyalurkan barang subsidi.

"Jadi dengan kehadiran Koperasi Merah Putih itu hanya dengan membagi barang-barang subsidi, itu setiap desa akan mendapatkan keuntungan kurang lebih Rp 597 juta per tahun per desa. Itu hanya dengan mendistribusikan barang subsidi," ujar ia.

Angka itu melampaui ekspektasi awal pihaknya. Agrinas sempat membuat hitungan konservatif dengan skenario penyaluran 30% hingga 50%. Namun, Joao mengapresiasi keputusan Prabowo yang memberikan porsi 100% untuk penyaluran barang subsidi lewat desa.

"Kami tadinya agak pesimis, kami sempat bikin hitungan seandainya kita disetujui 30% atau mungkin 50% atau 100%. Ternyata Pak Presiden menyetujui 100% barang subsidi disuplai ke setiap desa," terang ia.

Selain menyalurkan barang subsidi, Joao menjelaskan Kopdes Merah Putih juga dikembangkan menjadi pusat distribusi, termasuk distribusi finansial.

"Jadi, pusat distribusi selain daripada distribusi barang-barang subsidi, juga menjadi pusat distribusi finansial yang mendapatkan subsidi maupun tidak subsidi dari pemerintah yang bisa diakses langsung oleh masyarakat desa sehingga itu menjadi sangat penting," tuturnya.

Skema pendanaan dengan melibatkan Danantara dan cicilan dari Kementerian Keuangan membuat perbankan mendapat jaminan. Risiko NPL ditekan karena kredit dijamin negara. Dengan begitu, perputaran uang di bank-bank bisa memberikan manfaat besar bagi desa.

Dari sisi operasional, 26 barang yang disediakan mencakup kendaraan dan perangkat digital. Mulai dari mobil pickup, truk, motor tiga roda, sistem rak, POS, digitalisasi, CCTV, hingga AC. Semua itu untuk mendukung setiap gerai Kopdes Merah Putih.

Keuntungan Rp 597 juta per tahun per desa hanya dari distribusi barang subsidi. Angka itu jauh di atas perkiraan awal Agrinas yang hanya 30-50%. Keputusan Presiden Prabowo memberikan 100% porsi distribusi barang subsidi ke desa menjadi kunci.

Kopdes Merah Putih juga dirancang sebagai pusat distribusi finansial. Masyarakat desa bisa mengakses layanan keuangan bersubsidi maupun tidak langsung di desa. Hal ini dianggap penting untuk memperkuat ekonomi desa.

Koperasi Desa Merah PutihAnggaran Rp3 MiliarBarang SubsidiDistribusi DesaKeuntungan Rp597 JutaDanantaraNPL

Komentar

Memuat komentar...