Serangan Bandara Riyadh, 9 Maskapai Batalkan Penerbangan

Dedi S. · 2 min baca · 1 jam lalu · 29 dibaca
Bisik.id
Serangan Bandara Riyadh, 9 Maskapai Batalkan Penerbangan

Gambar atau konten salah?

Sejumlah maskapai penerbangan dari berbagai negara membatalkan jadwal terbang mereka menuju Arab Saudi dan negara-negara tetangganya. Keputusan ini diambil menyusul serangan mematikan yang menargetkan Bandara Riyadh. Kelompok Militan Houthi dari Yaman, yang memiliki afiliasi dengan Iran, disebut sebagai pelaku di balik serangan tersebut. Peristiwa ini menjadi bagian dari rangkaian konflik yang memanas di kawasan sejak awal tahun.

Berdasarkan laporan yang dirilis pada Selasa, 13 Oktober 2026, Bandara Riyadh akan ditutup total hingga 17 Oktober 2026. Otoritas penerbangan setempat telah mengeluarkan pemberitahuan resmi bernama Notice to Airmen (NOTAM) untuk mengumumkan penutupan ini kepada seluruh operator penerbangan.

Gelombang pembatalan pun terjadi secara serentak. Berikut daftar maskapai yang terdampak:

  • Lufthansa — Seluruh penerbangan milik grup maskapai asal Jerman ini menuju Riyadh dibatalkan hingga 16 Oktober 2026.
  • Air France-KLM — Grup gabungan Prancis-Belanda ini memperpanjang masa penangguhan layanan dari dan menuju ibu kota Arab Saudi hingga akhir bulan.
  • Etihad Airways — Maskapai yang berbasis di Abu Dhabi ini menghentikan semua penerbangan ke Arab Saudi sampai 13 Oktober 2026.
  • Indigo — Maskapai terbesar di India ini memperpanjang pembatalan rute ke Riyadh dan Dammam hingga 15 Oktober 2026.
  • Philippine Airlines — Maskapai asal Filipina ini menangguhkan penerbangan dari dan menuju Riyadh hingga 29 November 2026.
  • Air India — Maskapai terbesar kedua di India ini memperpanjang penangguhan penerbangan dari dan menuju Riyadh sampai 15 Oktober 2026.
  • Akasa Air — Maskapai berbiaya hemat yang berbasis di Mumbai ini menghentikan penerbangan ke Jeddah dan Riyadh hingga 13 Oktober 2026.
  • Gulf Air — Maskapai nasional Bahrain ini membatalkan penerbangan dari dan menuju Riyadh mulai 12 Oktober sampai 17 Oktober 2026.
  • Cathay Pacific — Maskapai nasional Hong Kong ini menunda rencana pembukaan kembali rute Hong Kong-Dubai dan Hong Kong-Riyadh hingga 31 Januari 2027.
  • Delta — Maskapai asal Amerika Serikat ini menunda rencana penerbangan dari Atlanta menuju Riyadh hingga Maret 2027.

Penutupan bandara dan pembatalan penerbangan ini tentu berdampak besar pada mobilitas warga dan aktivitas ekonomi di kawasan Teluk. Bagi calon penumpang yang sudah memiliki tiket, disarankan untuk menghubungi maskapai masing-masing guna mendapatkan informasi terbaru mengenai jadwal ulang atau pengembalian dana.

Kondisi ini menunjukkan bagaimana konflik geopolitik di Timur Tengah dapat langsung memengaruhi operasional penerbangan global. Maskapai dari berbagai benua terpaksa menyesuaikan jadwal mereka, dan sebagian bahkan menunda rencana ekspansi rute ke kawasan tersebut dalam jangka waktu yang lebih panjang. Situasi keamanan yang belum stabil menjadi pertimbangan utama bagi seluruh operator penerbangan dalam mengambil keputusan ini.

pembatalan penerbanganpenutupan bandaraserangan bandaramaskapaiArab SaudiHouthikonflik Timur Tengah

Komentar

Memuat komentar...