Thomas Cup: Indonesia Tersingkir, PBSI Evaluasi Nonteknis

Sari D. · 2 min baca · 26 hari lalu · 55 dibaca
Bisik.id
Thomas Cup: Indonesia Tersingkir, PBSI Evaluasi Nonteknis

Gambar atau konten salah?

Thomas Cup 2026 berlangsung di Indonesia pada 08 Mei 2026. Tim nasional putra Indonesia menghadapi Prancis di laga krusial Grup D dan kalah dengan skor telak 1-4. Kekalahan itu langsung membuat Indonesia tersingkir dari kejuaraan beregu putra dua tahunan tersebut.

Setelah hasil buruk itu, PBSI segera melakukan evaluasi bersama pelatih dan Binpres. Dari proses tersebut, Waketum I PBSI Taufik Hidayat menegaskan bahwa faktor nonteknis menjadi penyebab utama. Ia berkata:

“Banyak faktor non-teknis yang memang kemarin terjadi di beregu, di Thomas Cup ini. Karena memang untuk beregu sama perorangan tuh beda. Kalau perorangan itu kan mikirin diri sendiri. Kalau beregu kan tidak,” kata Taufik di Pelatnas PBSI, Jumat (08 Mei 2026).

Ia melanjutkan penjelasannya mengenai dinamika tim. “Pengalaman saat main kalau di tunggal pertama kalah, tunggal berikutnya keduanya kadang ada beban juga. Nah di sinilah mungkin untuk Alwi, untuk yang lain, belum bisa keluar dari permainan itu kan. Di situ evaluasinya seperti apa, ya kami bersama pelatih, dan yang lain juga, bagaimana memperbaikinya.”

Selanjutnya, Taufik menyoroti kondisi pemain kunci. “Karena untuk Ginting, kalau dilihat dari performanya bagus. Tapi pasca dia cedera, dilihat dari permainannya set ketiga kemarin lawan Prancis itu, ya kita tahu bahwa memang fisiknya belum sampai, belum maksimal di 100% di situ,” lanjutnya.

Ia menambahkan kesungguhan pemain. “Kita jujur-jujuran saja gitu loh. Tapi dia sudah berusaha maksimal untuk itu. Karena kan emang kita juga, ya bisa dibilang ya pemainnya enggak ada lagi juga. Terus siapa lagi? Ya memang dibawa untuk ke Thomas Cup ya itulah yang terbaik yang ada di situ.”

Selain itu, Taufik yang juga menjabat sebagai Wamenpora mengakui perlunya waktu dan proses untuk memperbaiki masalah tersebut. Ia menegaskan, “Tim yang kemarin diturunkan adalah yang terbaik.”

Dengan demikian, Indonesia menilai bahwa selain faktor fisik dan cedera, tekanan mental dan dinamika tim juga memengaruhi hasil. Evaluasi ini menjadi langkah awal bagi PBSI untuk memperbaiki performa kejuaraan berikutnya.

Thomas Cup 2026IndonesiaPrancisPBSITaufik HidayatEvaluasiFaktor nonteknis

Komentar

Memuat komentar...