Sari D. · 2 min baca · 2 hari lalu · 33 dibaca
Bisik.id

Gambar atau konten salah?

Ratusan jemaah haji asal Ponorogo tiba di kota asalnya dengan lancar. Namun di balik sorak sorai sambutan, dua lansia harus segera dirawat setelah kondisi kesehatan mereka menurun di perjalanan pulang.

Hj Mesinah, 78 tahun, warga Kecamatan Babadan, dan H Karno, 91 tahun, warga Kecamatan Sukorejo, langsung dibawa ke RSUD dr Harjono Ponorogo setelah kedatangan di daerah asal. Mereka tidak ikut turun bersama rombongan jemaah lain yang disambut keluarga di pusat kota.

Marjuni, kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Ponorogo, mengatakan, “Dua jemaah memang harus mendapat penanganan di rumah sakit karena kondisi kesehatannya menurun setelah perjalanan pulang.”

Mesinah mengeluhkan nyeri perut dan tubuh lemas, sedangkan Karno mengalami batuk berat, sesak napas, dan kelelahan. “Bu Mesinah mengeluh sakit perut cukup berat hingga tidak kuat beraktivitas. Sementara Pak Karno mengalami batuk terus-menerus, sesak, dan kondisi tubuhnya lemah,” jelas Marjuni.

Karena pertimbangan medis, keduanya tidak diberangkatkan ke Ponorogo menggunakan armada bus bersama rombongan. Mereka dibawa menggunakan ambulans yang telah disiapkan petugas kesehatan.

Marjuni menambahkan bahwa keluarga masing-masing jemaah sudah diberi informasi sejak perjalanan dari Surabaya. “Kami sudah berkoordinasi dengan keluarga selama perjalanan sehingga mereka mengetahui kondisi jemaah dan bisa langsung menuju rumah sakit,” katanya.

Jumlah jemaah haji asal Ponorogo yang kembali dengan selamat mencapai 557 orang, tergabung dalam Kloter 19 dan 20. Total warga Ponorogo yang menunaikan ibadah haji tahun ini mencapai 565 orang, termasuk delapan jemaah cadangan yang berangkat melalui kloter berbeda.

Selain pemulangan jemaah, proses distribusi koper bagasi dan air zam-zam juga telah rampung dilakukan. Tahun ini, air zam-zam dibagikan bersamaan dengan penyerahan koper sehingga proses pengambilan barang bawaan jemaah menjadi lebih praktis.

Peristiwa ini menegaskan pentingnya koordinasi medis dan logistik dalam perjalanan haji, serta menunjukkan kesiapan pihak berwenang dalam menanggapi kondisi kesehatan jemaah, terutama lansia, selama dan setelah perjalanan. (irb/hil)

Jemaah hajiPonorogoLansiaKesehatanAmbulansRSUD dr HarjonoKemenhaj

Komentar

Memuat komentar...