Malam 1 Muharram: Refleksi dan Sholat Sunah Tahun Baru
Gambar atau konten salah?
1 Muharram menandai pergantian kalender Islam, bukan sekadar angka tahun baru. Bagi umat Muslim, malam ini menjadi waktu refleksi, penyesalan, dan doa agar diri menjadi lebih baik di tahun yang akan datang.
Walaupun tidak ada dalil sahih yang menetapkan sholat khusus dengan rakaat, bacaan, atau tata cara tertentu pada malam 1 Muharram, para ulama umumnya menyarankan agar malam tersebut diisi dengan ibadah sunah. Ibadah‑ibadah ini bertujuan syukur, muhasabah, dan upaya memperbaiki diri.
Di antara amalan yang sering dipilih adalah Sholat Taubat, Sholat Tahajud, dan Sholat Tasbih. Ketiganya merupakan sholat sunnah yang diajarkan dalam syariat Islam dan dapat dilaksanakan pada malam 1 Muharram.
Sholat Taubat merupakan sholat sunah dua rakaat yang dilakukan untuk memohon ampunan atas dosa dan kesalahan. Waktu terbaiknya adalah sepertiga malam terakhir, ketika suasana hening memudahkan kekhusyukan. Setelah sholat, bacalah doa istighfar berikut.
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallî sunnata at-taubati rak'ataini lillâhi ta'âlâ.
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ
Astaghfirullâhal-'azhîma alladzî lâ ilâha illâ huwa al-ḥayyu al-qayyûmu wa atûbu ilaih.
Sholat Taubat biasanya dilaksanakan minimal dua rakaat. Setelah selesai, doa istighfar diucapkan untuk memohon ampunan dan memohon agar Allah menerima taubat kita.
Sholat Tahajud adalah salah satu sholat sunnah yang paling utama. Ibadah ini dilakukan setelah tidur pada malam hari dan menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah. Pada malam pergantian tahun, sholat ini menjadi waktu yang tepat untuk memohon petunjuk, keberkahan rezeki, kesehatan, dan kemudahan menjalani kehidupan di tahun baru.
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallî sunnata at-tahajjudi rak'ataini lillâhi ta'âlâ.
اَللهم رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاءُكَ حَقٌّ، وَقَوْلُكَ حَقٌّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهم لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي. أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لآ اِلَهَ إِلَّا أَنْتَ. وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ
Allâhumma rabbanâ lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta mâlikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haqq. Wa wa'dukal haqq. Wa liqâ'uka haqq. Wa qauluka haqq. Wal jannatu haqq. Wan nâru haqq. Wan nabiyyûna haqq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haqq. Was sâ'atu haqq. Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa 'alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a'lantu, wa mâ anta a'lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu'akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.
Sholat Tahajud biasanya dilaksanakan minimal dua rakaat. Setelah selesai, doa panjang ini diucapkan untuk memohon ampunan, petunjuk, dan keberkahan.
Sholat Tasbih berfokus pada pengulangan kalimat tasbih. Ibadah ini merupakan sholat sunah empat rakaat. Pada setiap rakaat, dibaca kalimat tasbih sebanyak 75 kali.
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّسْبِيحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatat-tasbîḥi arba'a raka'âtin lillâhi ta'âlâ.
سُبْحَانَ اللّٰهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ
Subḥânallâh wal-ḥamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar.
Sholat Tasbih biasanya dilaksanakan minimal empat rakaat. Setiap rakaat diisi dengan 75 kali pengulangan tasbih di atas. Ibadah ini membantu memperbanyak zikir dan mendekatkan diri kepada Allah.
Selain ketiga sholat sunah di atas, malam 1 Muharram juga menjadi waktu yang tepat untuk melakukan zikir, membaca Al‑Qur’an, dan berdoa. Semua amalan ini bertujuan memperkuat hubungan dengan Allah dan memulai tahun baru dengan niat yang lebih baik.
Dengan melaksanakan sholat sunah, membaca Al‑Qur’an, dan berdoa, umat Muslim dapat memanfaatkan malam 1 Muharram sebagai momen introspeksi. Momen ini mengingatkan bahwa waktu terus berjalan dan kesempatan beramal semakin terbatas. Melalui ibadah, seseorang dapat menyiapkan diri untuk menghadapi tantangan di tahun yang akan datang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Indonesia vs Australia: U-19 AFF 2026 di Deli Serdang
Semifinal AFF U-19: Indonesia vs Australia di Sumatra Utara
Semifinal AFF U-19 2026: Garuda Muda Hadapi Australia
Orang Tua Malang Kemasih Besok Penerimaan SD Hari Ini
Garuda Muda vs Young Socceroos: Semifinal AFF U-19 2026
Khutbah Jumat: Muharram Awal Kebangkitan Islam dan Refleksi
Berita Terbaru
Malam 1 Muharram: Refleksi dan Sholat Sunah Tahun Baru
Inggris Kalah Kosta Rika 3-0, Persiapan Piala Dunia 2026
DigiHer: XLSmart Rilis Platform Belajar Digital Perempuan
65% Lulusan Unair Masuk Swasta, Tracer Study 2025 Ungkap
Gubernur Jambi Dorong Mahasiswa UNJA Menangani Karhutla
Pertamina Naikkan Harga BBM Non-Subsidi Hingga 16.250/ Liter
Nenek Jumaria 70, Ikon Makkah 2026, Berhasil Haji
Pemerintah Rencanakan Peningkatan Dana Pendidikan 2026
Indonesia vs Australia: U-19 AFF 2026 di Deli Serdang