Gambar atau konten salah?
Di wilayah Sidoarjo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengumumkan bahwa tanggul penahan lumpur Lapindo di area Siring dan Gempolsari masih dalam kondisi aman.
Menurut Kepala BPBD Kabupaten Sidoarjo, Sabino Mariano, pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke beberapa titik tanggul yang sebelumnya dilaporkan mengalami kondisi kritis akibat penurunan tanah.
"Hasil pengecekan di lapangan, saat ini kondisi tanggul masih aman. Kami melihat PPLS juga sedang melakukan penguatan dan peninggian tanggul di beberapa titik yang membutuhkan penanganan," kata Sabino kepada detikJatim, Sabtu (13 Juni 2026).
Sabino menjelaskan bahwa situasi saat ini relatif terkendali karena masuknya musim kemarau. Volume air di kolam penampungan lumpur tidak mengalami peningkatan signifikan.
Namun, ia mengingatkan bahwa ancaman dapat muncul ketika hujan deras terjadi secara terus-menerus. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kolam penampungan meluap (overtopping) yang dapat memberikan tekanan besar terhadap tanggul penahan lumpur.
"Yang perlu diwaspadai adalah saat musim hujan atau terjadi cuaca ekstrem. Jika volume air meningkat dan terjadi luapan, maka risiko terhadap tanggul tentu akan bertambah," ujarnya.
Sabino menambahkan bahwa bila terjadi kegagalan tanggul, dampaknya bisa sangat luas. Lokasi tanggul berada dekat dengan sejumlah objek vital, termasuk jalan nasional, jalur rel kereta api, dan kawasan permukiman warga di Kali Tengah, Gempolsari serta wilayah sekitarnya.
Untuk mengurangi risiko tersebut, BPBD telah berkoordinasi dengan Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) agar terus melakukan langkah-langkah mitigasi.
Salah satu upaya pengendalian utama yang dilakukan saat ini adalah mengalirkan lumpur ke Sungai Porong sehingga kapasitas kolam penampungan tetap terjaga, jelasnya.
Selain itu, BPBD meminta PPLS terus memperkuat titik-titik tanggul yang dinilai kritis melalui penebalan, peninggian, serta penguatan struktur tanggul guna memastikan keselamatan masyarakat di sekitar area terdampak.
"Kami sudah berkoordinasi agar mitigasi diperkuat, terutama pada titik-titik yang dianggap rawan. Tujuannya agar keamanan warga tetap terjaga dan potensi risiko bisa diminimalkan," pungkas Sabino.
Secara keseluruhan, meski kondisi saat ini aman, risiko tetap harus diwaspadai, terutama selama musim hujan atau cuaca ekstrem. Koordinasi berkelanjutan antara BPBD dan PPLS menjadi kunci menjaga keamanan warga di sekitar tanggul Lapindo.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Mbappe Kritik Partai Ralli, Deschamps dan Platini Tanggapi
Nelayan Lanjut Pelayaran Meski BMKG Peringat Cuaca Buruk
Alisson Bekas Liverpool Kembali Main Piala Dunia 2026
Wali Kota Malang Suspend 6 Dapur SPPG karena Kegagalan IPAL
Wali Kota Pelantik 1.600 Pramuka Garuda di Stadion Brawijaya
Surabaya Sabtu 13 Juni: Hujan Ringan, Kelembapan Tinggi
Berita Terbaru
Chicken Katsu: Rasa Renyah di Rumah Bersama Saus Mentai
Presiden Prabowo Mobil Bocor Saat Hujan, Pindad Perbaiki
AS Menang 4-1 atas Paraguay, Pimpin Grup D Piala Dunia 2026
LPDP Buka Pendaftaran Beasiswa S1–S3 Hingga Akhir Juni 2026
Bawaslu Tawarkan Beasiswa PNS Sarjana hingga Doktor 2026
Apple Siap Luncurkan MacBook Pro Layar Sentuh, Rumor Benar
Harga Minyak AS Turun 3%, Potensi Kesepakatan AS‑Iran
Puasa Muharram 2026: 1 Muharram 16 Juni, Kapan dan Cara
Ratu Dewa Tambah CCTV di Jembatan Ampera, Besi Hilang
Revisi Permenaker No.7: Outsourcing Terbatas 4 Pekerjaan