11 Kepala Desa Jombang Terpesona IKN, Tanpa Anggaran Negara
Gambar atau konten salah?
11 kepala desa dari Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang, Jawa Timur, baru saja mengunjungi Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Mereka terpukau dengan bangunan megah di sana.
Kepala Desa Banjarsari, Basyaruddin Saleh, salah satu kades, menceritakan keindahan IKN sejak awal kedatangan. Ia mengatakan kekaguman para kepala desa terlihat sejak awal sampai di Bandara Internasional IKN. Mereka langsung disuguhi bangunan megah bandara. Setelah itu, jalan menuju IKN juga sangat bagus dengan melalui jalan tol. Kekaguman mereka kian besar setelah sampai di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara.
Menurut Basyaruddin, tata kota di IKN sangat rapi dan bersih. Model bangunan yang dirancang modern membuat kesan berbeda dari kota lain pada umumnya. Seperti penataan lampu penerangan jalan yang menggunakan panel solar sehingga terlihat rapi tanpa kabel. "Kalau dari pandangan mata saya sangat kagum melihat arsiteknya. Yang asalnya hutan terus menjadi kota seperti ini," ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Rabu, 17 Juni 2026.
Kepala desa yang sudah menjabat sejak 2013 itu mengatakan rombongan Paguyuban Kepala Desa Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang menginap selama malam di IKN. Selama dua hari itu, Basyaruddin dan rombongan mengeksplor seluruh spot wisata yang ada di dalam kompleks IKN. Mulai dari titik nol IKN, kawasan Plaza Seremoni, Plaza Bhinneka Tunggal Ika, Masjid Negara, hingga halaman Istana Presiden.
- Plaza Seremoni
- Plaza Bhinneka Tunggal Ika
- Masjid Negara
- Istana Presiden
Panorama keindahan IKN pun langsung membuat para kepala desa ini tercengang. Terlebih lagi pada waktu senja. Perpaduan lampu yang futuristik dan panorama langit IKN di waktu senja menambah kecantikan kawasan IKN. "Semua tempat kami datangi, paling bagus menurut saya di titik nol pas waktu senja. Mulai dari lampu hingga panorama alamnya," kata Basyaruddin.
Paguyuban Kepala Desa Kecamatan Bandar Kedungmulyo ini berangkat ke IKN pada Selasa, 9 Juni 2026. IKN dipilih menjadi jujukan wisata kepala desa di Bandar Kedungmulyo karena penasaran akan keindahannya. Selain itu, sebagai kenang-kenangan bersama selama menjabat kepala desa. "Tujuannya ya memang ingin tau karena penasaran dengan IKN. Kita kan sama-sama pejabat negaranya masak kita ndak tau istana negara yang baru. Itu ajah gak ada motif lain," kata dia.
Basyaruddin memastikan agenda itu tidak menggunakan anggaran negara. Biaya wisata ke IKN ditanggung oleh kas paguyuban. Kas tersebut dikumpulkan dari iuran rutin anggota setiap rapat Rabu senilai Rp 200.000 per orang. "Seluruhnya pakai uang kas paguyuban, sisanya ditambah uang pribadi," ujar dia.
Pengalaman ini menyoroti desain modern dan kebersihan IKN, sekaligus memuaskan rasa penasaran para pemimpin desa. Juga menunjukkan bagaimana dana komunitas dapat mendukung perjalanan budaya tanpa mengandalkan anggaran negara.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kebakaran Hutan di Kalimantan Membakar 500 Hektar Tanah
Yacht Australia Tanpa Awak Terdampar di Pantai Rote Ndao
Trans Luxury Surabaya Tawarkan Staycation Beach Club Premium
Pengawasan Kesehatan Siap Dukung Piala Dunia 2026 di 3 Negara
BXSea Buka Eksibisi Kuda Laut Perut Besar, Kerja Sama Jepang
Mindhavana: Wisata Psikologi untuk Orang Tua Menemukan Makna
Berita Terbaru
11 Kepala Desa Jombang Terpesona IKN, Tanpa Anggaran Negara
Argentina Kalahkan Aljazair 3-0, Messi Serap Hat‑trick
Inggris Kalahkan Kroasia 4-2 di AT&T Stadium Piala Dunia 2026
Portugal Imbang 1-1 dengan DR Congo, Kritik Ronaldo
SPMB DKI 2026: Jadwal Pendaftaran Online Mulai Juni Buka
Harga BBM Non‑Subsidi Turun, Pemerintah Pastikan Penyesuaian
Portugal Kalah, Kongo Pantang Tahan di NRG Stadium
Film Horror 'Cek Khodam' Hadir di Tanah Air 16 Juli 2026
Pemerintah Turunkan Pajak Pertanian, Harga Bahan Makanan Naik