BXSea Buka Eksibisi Kuda Laut Perut Besar, Kerja Sama Jepang
Gambar atau konten salah?
BXSea Oceanarium (BXSea) resmi meluncurkan eksibisi Pot-bellied Seahorse atau kuda laut perut besar pada hari Sabtu, 13 Juni 2026. Spesies ini merupakan hasil kemitraan strategis dengan YO-GYO Aquarium Jepang, yang menitikberatkan edukasi kelautan dan konservasi satwa akuatik bagi masyarakat luas.
Direktur PT Jaya Real Property Tbk, Tina Santosa Hadisumarto, menegaskan bahwa eksibisi ini tidak semata-mata bertujuan hiburan. Ia menyatakan, “Melalui kehadiran Pot-bellied Seahorse di BXSea, kami berharap dapat menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menghibur, tapi juga menginspirasi masyarakat untuk lebih mengenal, menghargai dan turut serta dalam upaya pelestarian dan konservasi satwa akuatik di Indonesia,” ungkap Tina di Tangerang, Sabtu (13/6/2026).
Pilihan BXSea sebagai lokasi konservasi telah melalui kajian mendalam terkait daya dukung habitat. Sri Agung Agus Putranto, pimpinan Unit BXSea, menjelaskan bahwa YO-GYO Aquarium dipilih karena memiliki pengalaman dan keahlian yang sangat kuat dalam pengelolaan serta pengembangbiakan berbagai spesies laut, termasuk kuda laut. Ia menambahkan, “Melalui kolaborasi ini, BXSea memperoleh kesempatan untuk melakukan pertukaran pengetahuan, teknologi, dan praktik terbaik dalam bidang konservasi. Secara strategis, kerja sama internasional ini juga membuka peluang pengembangan program edukasi, penelitian, serta peningkatan standar pengelolaan satwa yang sejalan dengan praktik konservasi global,” paparnya.
Agung menegaskan bahwa sejak awal fasilitas ini dibangun dengan pilar edukasi untuk memenuhi rasa ingin tahu generasi penerus. Ia menekankan, “Kita berkolaborasi untuk menghadirkan sesuatu yang anak-anak butuh dan ingin tahu informasinya, jadi nggak perlu jauh-jauh ke luar negeri, tapi cukup di BXSea Oceanarium Bintaro Jaya, Tangerang Selatan.”
Lebih lanjut, Agung menjelaskan BXSea memiliki target jangka panjang dalam bidang budidaya satwa laut. Ia berupaya agar fasilitas ini tidak terus-menerus mengambil satwa dari habitat aslinya, melainkan mampu mempelajari proses pengembangbiakannya secara mandiri. “Jadi visi besar kita yang selalu kita sampaikan bahwa kita tidak ingin hanya mengambil dari alam. Tetapi kami juga punya rencana kolaborasi jangka panjang, tentunya salah satunya hari ini kita kerjasama dengan YO-GYO Aquarium,” urai Agung. Ia menambahkan, “Mereka punya stok pot-bellied seahorse hasil breeding dan mereka hibahkan ke kita. Kita juga belajar dari Jepang supaya kita bisa melakukan breeding agar selanjutnya kita juga bisa hibahkan ke akuarium-akuarium sejenis di Indonesia, bahkan mungkin nanti ke luar negeri.”
Konsep hibah dan konservasi berkelanjutan ini sejalan dengan filosofi yang dipegang YO-GYO Aquarium. Perwakilan manajemen, Koji Ishigaki, menjelaskan sistem unik yang diterapkan lembaganya dalam merawat biota laut. Ia berkata, “Institusi kami memang berfokus merawat dan membiakkan anak-anak ikan dari fase telur. Ketika dirasa cukup besar, ikan-ikan muda tersebut kami nyatakan graduate dan dihibahkan secara gratis ke berbagai akuarium di dunia yang dinilai memiliki ekosistem serta komitmen edukasi yang kuat, yang kini salah satunya mencakup BXSea di Indonesia,” papar Koji. Ia meyakini bahwa daya tarik fisik dari biota laut muda yang menggemaskan ini bisa menjadi medium awal yang sangat efektif, memancing rasa penasaran sekaligus menumbuhkan kepedulian anak-anak terhadap pelestarian biota laut.
Inisiatif pelestarian ex-situ lintas negara ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah. Sarmintohadi, Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), menyambut baik langkah ini. Ia mengatakan, “Kerja sama ini adalah momentum emas untuk transfer ilmu pengetahuan, teknologi, serta penerapan standar internasional dalam pemeliharaan satwa.” Ia juga menegaskan pentingnya sinergi dari berbagai pihak. Sarmintohadi menyadari bahwa dengan luas perairan Indonesia yang mencapai 70 persen dan statusnya sebagai negara dengan megabiodiversitas yang tinggi, beban penjagaan lingkungan laut tidak dapat hanya dipikul oleh pemerintah pusat. Oleh karena itu, keterlibatan aktif dari sektor swasta dinilai sebagai platform kolaborasi yang penting dalam menanggulangi isu degradasi lingkungan laut.
Dukungan serupa juga datang dari ranah keilmuan. Decky Indrawan Junaedi, Kepala Pusat Riset Sistem Biota BRIN, melihat kerja sama ini sebagai langkah awal yang menjanjikan bagi dunia penelitian. Ia menyatakan, “Peluncuran eksibisi satwa impor ini ibarat puncak gunung es (tip of the iceberg) dari rencana kolaborasi riset yang jauh lebih besar. Ingat, fungsi dari konservasi tidak sekadar berpusat pada upaya menyelamatkan satwa, tetapi juga memberi ruang untuk meneliti serta memberdayakannya secara terukur demi kepentingan pendidikan lingkungan,” tegas Decky. Ia menambahkan, “BRIN siap mendampingi BXSea sebagai fasilitator riset pendukung, sehingga setiap inovasi yang dihadirkan tetap memiliki landasan saintifik yang dapat dipertanggungjawabkan.”
Eksibisi Pot-bellied Seahorse ini menandai langkah konkret BXSea dalam memadukan hiburan, edukasi, dan konservasi. Melalui kemitraan internasional, pertukaran pengetahuan, dan dukungan pemerintah serta lembaga riset, BXSea berupaya menciptakan model akuarium yang tidak hanya menampilkan keindahan laut, tetapi juga menjadi pusat pelestarian dan pengetahuan bagi generasi masa depan. Dengan demikian, BXSea memperkuat peranannya sebagai pelopor dalam pelestarian satwa akuatik di Indonesia, sekaligus mempromosikan kesadaran lingkungan di kalangan masyarakat luas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Mindhavana: Wisata Psikologi untuk Orang Tua Menemukan Makna
BXSea Jakarta Kerja Sama Akuarium Jepang, Kuda Laut Dihibah
Cafezinho Brasil: Tradisi Kopi Kecil yang Sering Gratis
Keranjang Sultan Langit Tabrak, Penumpang Aman di Sukabumi
Discovery Kuta Kuta 36/22 Tahun: UMKM & Bersih Pantai
Nama Dusun Pentil: Asal Usul dan Tradisi Pasar Lokal
Berita Terbaru
BXSea Buka Eksibisi Kuda Laut Perut Besar, Kerja Sama Jepang
Messi Hat-Trick, Argentina Kalahkan Aljazair 3-0 Piala Dunia
Piala Dunia 2026: DANA Festival Hadiah Miliaran, Streaming
Pogba: Manchester United Bisa Jadi Juara Liga Inggris Segera Menjelang 2026
AI Prediksi Piala Dunia 2026: Prancis & Argentina Unggul
Jawa Barat Tawarkan Rp2,7 Juta per Siswa ke Sekolah Swasta
Nindya Karya Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Banyuwangi
Persebaya Surabaya Resmi Raih Sananta dari DPMM FC