12 Juni 2026: Melawan Pekerja Anak & Peringatan Nasional
Gambar atau konten salah?
Di Indonesia, tanggal 12 Juni 2026 tidak termasuk hari libur nasional maupun cuti bersama. Namun, tanggal ini menandai beberapa peringatan penting yang dirayakan di seluruh dunia.
Hari Internasional Menentang Pekerja Anak atau World Day Against Child Labour diperingati setiap tanggal 12 Juni. Peringatan ini didirikan oleh International Labour Organization pada tahun 2002. Tujuannya meningkatkan kesadaran global tentang praktik pekerja anak yang masih terjadi di banyak negara. Pada hari ini, pemerintah, organisasi, dan masyarakat digugah untuk menghapus eksploitasi anak. Peringatan ini juga menekankan pentingnya akses pendidikan, perlindungan, dan lingkungan yang aman bagi anak-anak.
Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa, masih ada 138 juta anak yang terlibat dalam kerja anak di seluruh dunia. Di antara mereka, hampir 54 juta bekerja dalam kondisi berbahaya. Pada tahun ini, PBB mengangkat slogan "Red card to child labour: Fair play for children, decent work for adults" untuk memperingati Hari Internasional Menentang Pekerja Anak 2026.
Di Filipina, tanggal 12 Juni 1898 menjadi hari bersejarah. Pada hari itu, Emilio Aguinaldo memproklamasikan kemerdekaan Filipina dari Spanyol. Kemudian, pada 12 Juni 1962, Presiden Diosdado Macapagal menetapkan tanggal tersebut sebagai hari libur umum melalui proklamasi. Hari Kemerdekaan Filipina menjadi momen penting bagi masyarakat Filipina untuk mengenang perjuangan kemerdekaan.
Rusia juga menandai tanggal 12 Juni 1990 sebagai Hari Rusia atau Russia Day. Hari nasional ini menandai deklarasi kedaulatan negara yang diadopsi oleh parlemen Rusia saat masih bagian dari Uni Soviet. Hari ini dianggap salah satu hari nasional paling penting di Rusia. Masyarakat Rusia biasanya merayakannya dengan konser, festival budaya, pertunjukan kembang api, dan acara kenegaraan.
Setiap tanggal 12 Juni, berbagai negara mengingatkan akan pentingnya hak asasi manusia, kebebasan, dan kerja keras. Peringatan internasional tentang pekerja anak mengajak dunia untuk menutup praktik yang merugikan generasi muda. Sementara itu, peringatan kemerdekaan di Filipina dan Rusia menegaskan nilai-nilai kebebasan dan kedaulatan yang telah dicapai setelah perjuangan panjang.
Dengan memperhatikan peringatan-peringatan ini, kita dapat lebih sadar akan sejarah dan tantangan global yang masih dihadapi. Peringatan hari ini mengajak kita untuk terus memperjuangkan hak anak, merayakan kebebasan, dan menjaga nilai-nilai kemanusiaan yang universal.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
