BGN Hentikan Pembangunan Dapur MBG, Fokus Efisiensi Anggaran

Arif S. · 1 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
BGN Hentikan Pembangunan Dapur MBG, Fokus Efisiensi Anggaran

Gambar atau konten salah?

Badan Gizi Nasional (BGN) baru saja mengungkap bahwa jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah melonjak. Jumlah dapur yang beroperasi kini lebih banyak daripada yang diperlukan, sehingga menimbulkan risiko beban anggaran negara.

Menurut Kepala BGN Nanik S Deyang, “Saat ini total penerima manfaat 63 juta, dengan ketentuan bahwa maksimal dapur 3.000 (karena disewa Rp 6 juta), jadi hanya butuh dapur/SPPG 21 ribu. Kenyataannya sekarang yang operasional dapurnya 27.877. Berarti over 6.877 x Rp 6 juta/ hari, berarti negara per hari Rp 43 miliar. Atau kalau satu bulan Rp 990 miliar negara rugi.”

Dengan data tersebut, BGN memutuskan untuk menhentikan pembangunan dapur MBG baru sementara. Kepala BGN menambahkan, “Makanya kami hentikan sekarang sementara pembangunan dapur baru. Kami evaluasi lagi dapur yang sekarang operasional 27.877.”

Evaluasi tidak hanya berhenti di situ. BGN akan menutup dapur yang tidak memenuhi petunjuk teknis pelaksanaan. Selain itu, penataan ulang distribusi program MBG akan dilakukan, termasuk pengurangan penyaluran ke sekolah‑sekolah elit yang dianggap tidak menjadi prioritas. Kepala BGN menegaskan, “Kita akan tata ulang, mana yang sesuai juknis dan SPPG mana yang tidak sesuai juknis. Yang tidak sesuai Juknis kita akhiri kontraknya.”

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi pengeluaran negara dan memastikan sumber daya dialokasikan ke dapur yang benar-benar memenuhi standar. Dengan demikian, program MBG dapat berjalan lebih efisien dan berkelanjutan.

Badan Gizi NasionalSPPGMakan Bergizi Gratisdapur berlebihanggaran negaraevaluasiJuknis

Komentar

Memuat komentar...