19 Tahun, Alexander Quinones Buka Toko Taco Viral di Detroit
Gambar atau konten salah?
Alexander Quinones berusia 19 tahun berasal dari Michigan. Ia memulai usaha kuliner yang kini menjadi sorotan banyak orang, dengan membuka gerai Detroit Loves Tacos di kota Detroit.
Awalnya, Alexander hanya mengumpulkan $5.000 atau sekitar Rp 85,6 juta dari tabungannya dan uang kelulusannya. Ibu sang remaja juga memberi dukungan tambahan. Dengan modal itu, ia membuka gerai pertama di Corktown, sebuah kawasan di Detroit.
Ketertarikan Alexander pada dunia restoran muncul ketika ia berusia 12 tahun. Ia sering mengunjungi gerai Detroit Loves Tacos dan menikmati taco yang disajikan. Pengalaman itu menyalakan hasratnya untuk membuka tempat makan sendiri di masa depan.
Namun, perjalanan tidak selalu mulus. Setelah gerai terbuka, Alexander menghadapi kesulitan finansial. Ia kesulitan menutupi pengeluaran sehari-hari, termasuk gaji satu-satunya karyawan di toko. Dalam situasi yang menekan, ia bahkan mempertimbangkan untuk menutup gerai jika tidak ada kesepakatan yang memadai.
Di saat itu, Alexander memutuskan untuk memanfaatkan media sosial. Ia membuat video di TikTok yang menjelaskan proses pembangunan gerainya. Dalam video tersebut, ia berbagi cerita tentang kerja keras dan dedikasi yang ia lakukan setiap hari.
“Tidak ada jalan pintas, tidak ada investor besar, hanya saya yang bekerja setiap hari, begadang hingga larut malam dengan sebuah visi,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa semua taco di gerainya dibuat segar dan penuh cinta.
Video tersebut segera menjadi viral. Banyak netizen yang menyukai cerita dan produk yang ditawarkan. Komentar-komentar positif mengalir masuk, menyoroti rasa enak jagung, kacang, dan bawang yang besar. Seorang netizen bahkan mengungkapkan bahwa ia pernah mengunjungi gerai untuk makan siang di kantor.
Seiring viralnya video, penjualan taco di gerai tersebut meningkat drastis. Alexander melaporkan bahwa hampir semua produk terjual habis setiap hari. Ia berusaha memastikan persediaan cukup untuk memenuhi permintaan pelanggan.
Berbagai rencana pengembangan juga muncul. Alexander berencana membuka cabang tambahan dan meluncurkan usaha food truck. Ia berharap langkah ini dapat menginspirasi orang lain, khususnya remaja, untuk terus maju dan mengejar impian mereka.
“Saya sangat bersyukur, hampir semua produk saya terjual habis, hampir habis setiap hari dalam seminggu. Tapi saya berusaha memastikan bahwa saya memiliki persediaan yang cukup, hanya untuk memenuhi kebutuhan semua orang,” pungkasnya.
Perjalanan Alexander menunjukkan bahwa usia bukanlah batasan untuk meraih kesuksesan. Dengan tekad, kerja keras, dan pemanfaatan media sosial, seorang remaja dapat mengubah impian kecil menjadi usaha yang berdaya saing. Keberhasilan ini juga menyoroti pentingnya dukungan keluarga dan kreativitas dalam memasarkan produk secara online. Seorang remaja di Michigan berhasil menyalurkan hasratnya menjadi bisnis yang tidak hanya menguntungkan, tetapi juga menginspirasi banyak orang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Dr Priya Bakal Kue Seri Muka, Gak Jelas Pandan Jadi Rumput
Turis Singapura Terkejut Tagihan 902 Ringgit Ikan Patin
Promo Makanan Nobar Piala Dunia 2026, Harga Hemat
Indomilk Gelar Roadshow Pastry Mini & Coffee Pairing
Harga Makanan Stadion Piala Dunia 2026 Menghebohkan Ratusan Ribu Rupiah
Pemerintah Tambah Perluasan Jaringan Internet di Pedesaan
Berita Terbaru
Longsor dan Pohon Tumbang Tutup Jalan Nasional Padang Kota
SMAN 28 Bandung Rekor Pendaftaran SPMB 2026 Meski Tanpa Bangunan
Perbandingan PPPK dan CPNS: Jalur Rekrutmen ASN di Indonesia
Piala Dunia 2026: 8 Tim MENA Tingkatkan Pariwisata Global
FC Mobile Kode Redeem Baru, Dapatkan Star Shard Sekarang
Kepala Bapanas: Stok Beras 5,3 Juta Ton, Tidak Ada Kelangkaan
