400 Perusahaan Tambang Diminta Bantu Atasi Karhutla
Gambar atau konten salah?
Pemerintah terus bergerak menangani kebakaran hutan dan lahan, atau karhutla, yang melanda berbagai daerah. Fokus utama saat ini adalah Kalimantan Tengah. Dalam semangat gotong royong, perusahaan-perusahaan dari sektor pertambangan yang beroperasi di wilayah itu diminta ikut serta membantu penanggulangan.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurrofiq, menjelaskan bahwa langkah ini melengkapi kerja sama yang sudah berjalan antara pemerintah dan swasta. Sebelumnya, sekitar 200 unit usaha dari sektor perkebunan dan kehutanan sudah terlibat.
"Kemarin yang dari sektor kehutanan dan sektor perkebunan terlibat hampir 200 pengusaha. Nah, hari ini yang kita undang, ada 400 unit usaha di sektor pertambangan dan tadi telah menyatakan langkah-langkah tindak lanjut," ujar Hanif saat ditemui usai rapat penanganan Karhutla Kalimantan, Jakarta Pusat, Jumat, 6 November 2026.
Hanif belum merinci peran spesifik yang akan dijalankan oleh perusahaan tambang. Soal teknis ini akan dibahas lebih lanjut bersama asosiasi terkait.
"Jadi setelah ini kami akan rapat detail dengan Indonesia Mining Association, kemudian dengan Forum Kepala Teknik Tambang, terutama di Kalimantan Tengah untuk merumuskan langkah bersama," ujarnya.
Nantinya, koordinasi tugas para pengusaha tambang akan berada di tangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Gubernur setempat yang akan mengarahkan.
"Kegotongroyongan ini menjadi penting agar terlibat hampir 400 unit usaha di seluruh Kalimantan Tengah yang dikoordinir oleh Bapak Gubernur Kalimantan Tengah," jelasnya.
Di luar itu, Hanif menyebut pemerintah bersama Gubernur Kalimantan Tengah tengah merencanakan penataan lahan. Ada rencana normalisasi lahan dan pembangunan sumur bor permanen.
Pemerintah daerah juga akan menyiapkan pembuatan intake-intake di Sungai Kahayan. Tujuannya mendistribusikan air dan menaikkan debit air ke lokasi-lokasi yang rawan terbakar. Langkah ini diharapkan memperkuat kapasitas dan ketahanan wilayah terhadap ancaman kekeringan dan karhutla di masa depan.
"Jadi begitu kebakaran usai, dalam waktu segera kita akan permanensikan sumur bor dan kanal-kanal itu melalui semenisasi. Kedua, kita akan desain dengan detail bekerja sama dengan Badan Pengelola Mangrove dan Gambut Nasional," tegasnya.
Rangkaian langkah ini menunjukkan bahwa upaya penanganan karhutla tidak hanya bersifat reaktif saat kebakaran terjadi, tetapi juga mencakup perencanaan jangka panjang untuk mencegah bencana serupa di masa mendatang. Keterlibatan sektor tambang yang jumlahnya mencapai 400 unit usaha menjadi tambahan sumber daya yang signifikan, meskipun peran mereka masih perlu dirumuskan secara teknis bersama asosiasi dan pemerintah provinsi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Harga BBM Nonsubsidi Malaysia Turun Mulai 5 November
Sumur JUM-101 PHM Hasilkan Gas 3,3 MMscfd, Lampaui Target 110 Persen
OJK: Sektor Keuangan RI Stabil di Tengah Tekanan Global
IHSG Menguat 2,25%, Asing Jual Bersih Rp65 Miliar
IHSG Pagi Ini Merah, Anjlok 73 Poin ke Level 4.957
IHSG Melemah Tipis, Investor Asing Catat Beli Bersih Rp 328 M
