Sumur JUM-101 PHM Hasilkan Gas 3,3 MMscfd, Lampaui Target 110 Persen

Arif S. · 2 min baca · 10 jam lalu · 37 dibaca
Bisik.id
Sumur JUM-101 PHM Hasilkan Gas 3,3 MMscfd, Lampaui Target 110 Persen

Gambar atau konten salah?

PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) baru saja mengoperasikan sumur baru bernama JUM-101 di wilayah kerja Mahakam, Kalimantan Timur. Sumur ini berhasil memproduksi gas sebanyak 3,3 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd). Angka itu ternyata 110 persen lebih tinggi dari target awal yang ditetapkan sebesar 3 MMscfd.

Selain gas, sumur JUM-101 juga menghasilkan tambahan minyak sebanyak 250 barel per hari (BOPD). Keberhasilan ini menjadi suntikan positif bagi upaya peningkatan produksi minyak dan gas bumi nasional. Proses pengeboran sumur ini berlangsung dari 20 Juli hingga 04 Agustus 2026, menggunakan alat bernama Jack Up Rig Tasha.

Setelah melewati berbagai tahapan teknis, sumur JUM-101 resmi mulai berproduksi atau Put on Production (PoP) pada 07 November 2026. Proses produksi ini menggunakan Barge AWB Bayu Cakrawala. Rangkaian pekerjaan yang dilakukan cukup panjang, meliputi cement log, Coiled Tubing (CT) Unload, initial perforation, hingga pemasangan Thru Tubing Ceramic Screen.

Hasil clean up pada bukaan choke 36/64 inci menunjukkan sumur ini mampu mengalirkan gas 3,3 MMscfd dan minyak 250 BOPD. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, memberikan apresiasi atas keberhasilan PHM ini. Menurut Djoko, capaian tersebut adalah buah dari kerja keras, kolaborasi, dan koordinasi semua pihak yang terlibat dalam operasi hulu migas.

"Keberhasilan sumur JUM-101 yang mampu menghasilkan gas sebesar 3,3 MMscfd atau 110 persen dari target, serta tambahan produksi minyak sebesar 250 BOPD, merupakan kabar baik bagi industri hulu migas nasional," ujar Djoko dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 07 November 2026. Ia menambahkan, "Kami mengapresiasi upaya PHM dan seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga sumur ini dapat berproduksi sesuai harapan, bahkan melampaui target."

Djoko juga menekankan pentingnya optimalisasi produksi dari sumur-sumur baru. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga dan meningkatkan kinerja produksi migas nasional. "SKK Migas terus mendorong KKKS untuk meningkatkan kinerja operasi, mempercepat realisasi pengeboran, serta mengoptimalkan potensi setiap wilayah kerja. Setiap tambahan produksi, baik minyak maupun gas, memiliki arti penting dalam mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional," tambahnya.

Keberhasilan sumur JUM-101 diharapkan menjadi momentum positif bagi PHM. Perusahaan diharapkan terus meningkatkan kinerja operasional dan mengoptimalkan potensi sumber daya migas di Wilayah Kerja Mahakam. SKK Migas bersama seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) terus memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk menjaga keberlanjutan produksi migas, mendukung pencapaian target lifting, serta memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan energi Indonesia.

Sumur JUM-101 membuktikan bahwa target produksi bisa terlampaui. Dengan hasil yang melebihi ekspektasi, sumur ini menjadi contoh bagaimana perencanaan dan eksekusi yang baik dapat mendongkrak produksi migas nasional. Ke depannya, diharapkan pola kerja seperti ini bisa diterapkan di sumur-sumur lainnya untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia.

sumur JUM-101produksi gas3,3 MMscfdminyak 250 BOPDPertamina Hulu MahakamSKK Migasketahanan energi

Komentar

Memuat komentar...