IHSG Menguat 2,25%, Asing Jual Bersih Rp65 Miliar

Wati N. · 4 min baca · 10 jam lalu · 55 dibaca
Bisik.id
IHSG Menguat 2,25%, Asing Jual Bersih Rp65 Miliar

Gambar atau konten salah?

Hari Kamis, 5 November 2026, perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup dengan hasil positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 2,25% ke level 5.030,26. Beberapa saham menjadi motor penggerak indeks. BBCA menguat 3,96%, AMMN melonjak 8,28%, dan TLKM naik 5,57%.

Meski indeks hijau, sejumlah saham justru tertekan. BRPT turun 6,67%. AADI terkoreksi 3,53%. TPIA melemah 1,15%. Investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih Rp25,48 miliar di pasar reguler. Jika dihitung dari seluruh pasar, nilai net sell asing mencapai Rp65,53 miliar.

Penguatan terjadi merata di semua sektor. Sebanyak 11 sektor saham berhasil ditutup di zona hijau. Basic Industry mencatatkan kenaikan tertinggi, 3,78%.

Kondisi berbeda terjadi di Wall Street. Tiga indeks utama Amerika Serikat (AS) melemah bersamaan. Dow Jones turun 3,44% ke 51.523. S&P 500 terkoreksi 4,36% ke 7.353. Nasdaq merosot 5,52% ke 24.314.

Pelemahan bursa AS dipicu kekhawatiran pasar. Laju ekspansi infrastruktur kecerdasan buatan (AI) berpotensi melambat. Ada juga kekhawatiran soal kemungkinan pengetatan aturan pusat data (data center) di AS. Tekanan makin terasa setelah saham semikonduktor, termasuk SK Hynix dan Samsung Electronics, mengalami aksi jual besar-besaran.

Perkembangan ini perlu dicermati. Sentimen negatif dari pasar global berpotensi merembet ke pasar saham domestik. ETF EIDO tercatat turun 0,20%. Sebaliknya, MSCI Indonesia justru naik 2,30%.

PT Astra Otoparts Tbk (AUTO)

AUTO berencana memperluas jaringan bisnis ritel. Sekitar 30 gerai modern baru akan dibuka pada 2027. Ekspansi ini untuk memperkuat bisnis aftermarket, khususnya memenuhi kebutuhan konsumen akan penggantian komponen dan perawatan kendaraan.

Merek gerai yang akan dikembangkan meliputi Shop & Drive, Shop & Bike, Motoquick, hingga Astra Otoservice. Dalam menentukan lokasi, AUTO akan memperhatikan kepadatan kendaraan di masing-masing wilayah. Tujuannya agar pembukaan gerai sesuai potensi pasar setempat.

Tidak hanya mengandalkan gerai fisik. AUTO juga mengembangkan layanan digital melalui AstraOtoshop. Konsumen bisa memesan produk atau layanan perawatan kendaraan secara online. Proses pemasangan atau perawatan dilakukan di gerai fisik terdekat. Strategi ini menggabungkan layanan digital dan jaringan ritel melalui konsep online-to-offline (O2O).

Melalui langkah-langkah ini, AUTO membidik pertumbuhan bisnis di atas rata-rata industri pada 2027. Perseroan mulai memperluas variasi produk, termasuk komponen untuk kendaraan listrik. Selain industri otomotif, AUTO juga mengembangkan portofolio di sektor lain seperti alat kesehatan. Diversifikasi ini diharapkan memperluas sumber pendapatan dan mengurangi ketergantungan pada satu sektor usaha.

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR)

LPKR mencatatkan marketing sales Rp5,49 triliun melalui LippoLand selama Januari-September 2026. Angka ini sudah mencapai 91% dari target penjualan tahun ini yang dipatok Rp6 triliun.

Penjualan terutama berasal dari hunian tapak dengan harga terjangkau hingga segmen menengah. Kontribusinya mencapai 75% dari total prapenjualan. Menariknya, sekitar 71% transaksi menggunakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Ini menunjukkan pembeli rumah pertama dan konsumen yang membeli untuk ditempati sendiri (end-user) masih mendominasi pasar LPKR.

Di tengah pencapaian penjualan, kinerja keuangan LPKR pada sembilan bulan pertama 2026 juga menunjukkan perbaikan margin. Pendapatan perseroan turun 17,46% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp5,37 triliun. Namun laba kotor justru tumbuh 4,89% YoY menjadi Rp2,30 triliun.

Peningkatan laba kotor membuat gross profit margin LPKR naik menjadi 42,86%, dibandingkan 33,73% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dampaknya terlihat pada laba bersih yang mencapai Rp1,24 triliun. Ini melonjak 236,47% dibandingkan periode Januari-September 2025 yang sebesar Rp368,20 miliar.

Namun kenaikan laba tidak terlepas dari rendahnya basis perbandingan tahun sebelumnya dan kontribusi laba entitas asosiasi sebesar Rp523,92 miliar. Perbaikan kinerja LPKR tidak semata-mata berasal dari peningkatan volume penjualan. Margin dan komposisi produk juga berperan. Ke depan, permintaan hunian segmen terjangkau diharapkan tetap menjadi penopang penjualan perseroan.

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)

ITMG menyiapkan dana maksimal Rp2,31 triliun untuk pembelian kembali saham atau buyback. Aksi korporasi ini akan dilakukan tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Pertimbangannya, kondisi pasar yang mengalami fluktuasi signifikan.

Seluruh dana buyback akan menggunakan kas internal perseroan. Berdasarkan perhitungan proforma, aksi ini diperkirakan membuat total aset ITMG berkurang dari US$2,42 miliar menjadi US$2,29 miliar. Total ekuitas diproyeksikan turun dari US$1,91 miliar menjadi US$1,78 miliar. Di sisi lain, rasio return on equity (ROE) perseroan diperkirakan meningkat dari 11,10% menjadi 11,90%.

ITMG menjadwalkan pembelian kembali saham berlangsung selama tiga bulan, mulai 5 November 2026 hingga 4 Februari 2027. Pelaksanaannya mengacu pada POJK Nomor 13 Tahun 2023 juncto Surat OJK Nomor S-112/D.04/2026 dan S-137/D.04/2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini

  • AMRT - Buy 925-935 | TP 955-975 | SL 875
  • MPMX - Buy 1070-1080 | TP 1095-1110 | SL 1030
  • AMMN - Buy 3630-3650 | TP 3720-3800 | SL 3450
  • WIRG - Buy 38-40 | TP 42-44 | SL 36
  • RATU - Buy 2090-2120 | TP 2160-2200 | SL 2000

Perlu diingat, semua analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif. Bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Secara keseluruhan, pasar saham Indonesia menunjukkan penguatan di tengah pelemahan bursa global. Beberapa emiten besar seperti AUTO, LPKR, dan ITMG tengah menjalankan strategi ekspansi dan pengelolaan keuangan yang beragam. AUTO fokus pada perluasan ritel dan diversifikasi produk. LPKR menikmati perbaikan margin meski pendapatan turun. ITMG melakukan buyback untuk merespons fluktuasi pasar. Kondisi ini mencerminkan dinamika yang tidak seragam di antara sektor dan perusahaan.

IHSGsahamBEIbuybackekspansiAUTOLPKRITMG

Komentar

Memuat komentar...