5 Makanan Sarapan yang Justru Berbahaya, Kata Ahli Gizi

Fandi R. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
5 Makanan Sarapan yang Justru Berbahaya, Kata Ahli Gizi

Gambar atau konten salah?

Jakarta — Sarapan memang dianggap sebagai momen penting untuk mengisi energi setelah semalaman tidak makan. Tapi, ternyata tidak semua menu sarapan itu baik. Beberapa makanan justru bisa memberikan dampak negatif bagi tubuh, terutama jika dikonsumsi secara rutin.

Sarapan seharusnya memberikan energi dan nutrisi yang dibutuhkan setelah tubuh berpuasa semalaman. Namun, kenyataannya banyak makanan sarapan yang malah menyebabkan lonjakan energi yang cepat diikuti penurunan drastis. Efek ini bisa membuat tubuh terasa lemas dan tidak bertenaga.

Lebih dari itu, memilih makanan yang salah saat sarapan juga bisa meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Risiko ini semakin besar jika makanan tersebut dikonsumsi secara teratur dalam jangka panjang. Para ahli gizi telah mengidentifikasi lima jenis makanan yang sebaiknya dihindari saat sarapan.

1. Daging Olahan

Sosis, bacon, dan ham memang sering dijadikan pilihan karena kandungan proteinnya. Sayangnya, makanan-makanan ini termasuk dalam kategori makanan olahan yang tinggi lemak jenuh dan natrium. Menurut ahli gizi Roxana Ehsani, MS, RD, CSSD, LDN, konsumsi lemak jenuh yang berlebihan bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat dan kolesterol total dalam tubuh.

Memulai hari dengan makanan tinggi natrium juga tidak baik. Kebiasaan ini bisa berkontribusi pada peningkatan tekanan darah seiring berjalannya waktu. Kedua faktor tersebut, jika dibiarkan, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Sebagai alternatif, para ahli merekomendasikan sumber protein lain seperti telur, Greek yogurt, atau keju cottage.

2. Aneka Kue Olahan

Donat, muffin, dan kue-kue lainnya memang terlihat menggoda untuk dinikmati di pagi hari. Masalahnya, kue-kue ini biasanya dibuat dari tepung olahan, tinggi gula tambahan, dan mengandung lemak tidak sehat. Ahli gizi Connie Elick, RD, menjelaskan bahwa gula tambahan bisa menyebabkan lonjakan dan penurunan gula darah yang cepat.

Lemak tidak sehat dalam kue juga berkontribusi pada penyakit kardiovaskular, yang meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Selain itu, kue-kue ini rendah serat dan protein. Akibatnya, proses pencernaan menjadi lambat, dan perut akan cepat merasa lapar lagi. Jika ingin sarapan manis, lebih baik beralih ke smoothies buah, puding chia, atau protein bar yang rendah gula.

3. Minuman Kopi Manis

Kopi sudah menjadi minuman sehari-hari bagi banyak orang. Tidak sedikit yang meminumnya saat sarapan. Ada yang memilih kopi hitam tanpa tambahan, tapi banyak juga yang menyukai kopi manis dengan gula, susu, atau krimer. Menurut ahli Moore, minuman kopi manis bisa menyebabkan lonjakan kafein dan gula darah yang diikuti penurunan signifikan.

Ahli Ehsani juga menambahkan bahwa minuman manis yang dikonsumsi secara teratur dikaitkan dengan risiko penyakit jantung, diabetes tipe-2, kesehatan tulang yang buruk, dan penambahan berat badan. Solusinya, mulailah minum kopi tanpa pemanis. Jika belum terbiasa, kurangi takaran gula secara bertahap.

4. Jus Buah Manis

Jus buah terdengar seperti pilihan sarapan yang sehat dan mengenyangkan. Namun, manfaatnya berubah drastis ketika jus tersebut ditambahi gula atau pemanis berlebihan. Minum jus buah dengan banyak gula secara rutin bisa meningkatkan kadar trigliserida. Lemak ini kemudian disimpan oleh hati.

Ahli Couglin bahkan memperingatkan bahwa jus buah dan minuman manis merupakan penyebab utama penyakit hati berlemak. Kondisi ini bisa menyerang siapa saja, tidak peduli usia. Pilihan terbaik adalah memilih jus buah 100 persen tanpa tambahan gula.

5. Olahan Roti

Banyak orang sarapan dengan roti tawar putih atau olahan lainnya. Memang roti bisa mengenyangkan, tapi makanan ini sebaiknya dihindari. Roti tawar putih biasanya dibuat dari biji-bijian yang sudah dihilangkan kulit luarnya. Hanya tersisa endosperma yang mengandung pati. Jika dimakan sendirian, roti ini akan meningkatkan kadar glukosa darah.

Yang lebih parah, roti olahan gagal memberikan rasa kenyang yang tahan lama dan nilai gizi yang cukup. Akibatnya, Anda akan mengalami lonjakan gula darah yang cepat. Sebagai gantinya, pilihlah roti gandum utuh. Padukan dengan sumber lemak sehat, protein, dan serat agar sarapan lebih seimbang.

Memilih makanan sarapan yang tepat bukan hanya soal mengisi perut. Ini tentang memberikan fondasi energi yang stabil untuk menjalani hari. Menghindari lima jenis makanan ini bisa menjadi langkah awal yang baik untuk menjaga kesehatan jangka panjang.

makanan sarapandampak negatifenerginutrisikesehatan

Komentar

Memuat komentar...