70 Tahun Warga Jatuh ke Saluran Irigasi, Tim SAR Cari Korban
Gambar atau konten salah?
Seorang lansia berusia 70 tahun bernama Langasi dilaporkan jatuh ke saluran irigasi di dekat rumahnya di Desa Wage, Kecamatan Sabbang Paru, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Pencarian dimulai pada 24 Mei 2026 pukul 13.00 Wita ketika laporan pertama diterima.
Menurut data yang dikumpulkan, Langasi terjatuh dan terbawa arus di saluran irigasi yang berjarak sekitar 600 meter dari rumahnya. Warga setempat mencoba menolong, namun derasnya arus membuat upaya pertolongan gagal.
Setelah menerima informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wajo, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar menggerakkan Tim Rescue Pos SAR Bone ke lokasi kejadian. Ia menegaskan, “pihaknya telah mengerahkan personel dan peralatan guna mempercepat proses pencarian korban.”
“Setelah menerima informasi dari BPBD Wajo, kami segera menggerakkan Tim Rescue Pos SAR Bone menuju lokasi kejadian. Saat ini tim SAR gabungan melaksanakan pencarian dengan menyisir area saluran irigasi dan lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi titik keberadaan korban,” ujar Arif pada 25 Mei 2026.
Tim SAR dari Pos Bone baru tiba pada malam hari, sehingga pencarian pada hari pertama belum dapat dimulai. Pencarian baru dimulai pada 25 Mei 2026 pukul 07.00 Wita.
“Pada hari kedua operasi SAR, tim gabungan melaksanakan briefing dan membagi personel ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU). Strategi ini dilakukan untuk memperluas area pencarian mulai dari saluran irigasi hingga Sungai Walanae yang menjadi jalur potensial terbawanya korban. Kami berharap dengan pengerahan personel, peralatan, dan metode pencarian yang lebih luas, korban dapat segera ditemukan,” jelasnya.
SRU 1 menyisir menggunakan metode body rafting dari lokasi kejadian menuju muara saluran irigasi yang terhubung ke Sungai Walanae, sejauh kurang lebih 1 kilometer. SRU 2 menggunakan dua unit perahu karet di sungai, mulai dari muara saluran irigasi hingga wilayah Bonto Tenne sejauh sekitar 5 kilometer. SRU 3 memanfaatkan satu unit perahu karet dari Bonto Tenne hingga Jembatan Cappie, juga sejauh sekitar 5 kilometer.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas, SAR Brimob, BPBD Wajo, Damkar Wajo, PMI Wajo, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat setempat.
“Hingga saat ini korban masih dalam pencarian. Perkembangan lebih lanjut akan disampaikan sesuai hasil operasi SAR di lapangan,” pungkas Arif.
Insiden ini menyoroti risiko yang dihadapi warga di daerah dengan saluran irigasi, terutama pada musim hujan ketika arus dapat meningkat drastis. Pencarian masih berlangsung, dan masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap potensi bahaya di sekitar saluran irigasi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Musda Golkar Sulsel 18 Juli, Bahlil Hadir
Ridwan Kamil Resmi Ajukan Adopsi Arkana
Kamboja Kaji Ulang Wisata Malam di Angkor
Martin Pimpin Klasemen, Tapi Belum Nyaman dengan Aprilia
VARgentina: Banjir Hujatan Usai Argentina Tumbangkan Mesir 3-2
5 Industri Bayar Gaji 2 Kali Lipat UMR untuk Lulusan Baru
