ADB Nilai Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Sehat di Tengah Tekanan IHSG
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Bank Pembangunan Asia (ADB) angkat bicara mengenai gejolak yang melanda pasar saham Indonesia. Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat tertekan setelah MSCI mengumumkan rencana untuk mengubah status Indonesia dari pasar negara berkembang (Emerging Market) menjadi pasar mandiri (Standalone Market).
Menanggapi situasi tersebut, ADB menilai bahwa fundamental ekonomi makro Indonesia tetap berada dalam kondisi yang sehat. Hal ini didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang stabil dan tingkat inflasi yang terkendali.
Dalam pernyataan resminya pada Selasa, 20 Oktober 2026, ADB menegaskan bahwa pendalaman pasar modal masih menjadi prioritas utama dalam kemitraannya dengan pemerintah Indonesia. Hal ini diwujudkan lewat program Financial Market Deepening Program yang baru saja mendapat persetujuan.
Lebih lanjut, lembaga keuangan multilateral ini juga menyatakan dukungannya terhadap berbagai langkah yang bertujuan memperkuat integritas pasar. Upaya untuk meningkatkan kepercayaan investor, mendorong transparansi dan likuiditas, serta memperkuat tata kelola perusahaan juga mendapat perhatian. Pengembangan keuangan digital dan keuangan berkelanjutan turut menjadi bagian dari fokus dukungan tersebut.
"Kami menyambut baik agenda reformasi yang terus dijalankan oleh otoritas terkait dan tetap berkomitmen untuk mendukung pengembangan pasar modal Indonesia yang berkelanjutan," ujar perwakilan ADB.
Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran pelaku pasar mengenai dampak potensial dari perubahan status MSCI terhadap arus modal asing. Meski demikian, respons ADB mengindikasikan bahwa prospek jangka panjang ekonomi Indonesia tetap dipandang positif oleh lembaga internasional. Dukungan terhadap reformasi pasar modal diharapkan dapat menjaga stabilitas dan daya tarik investasi di tengah dinamika global yang terus berubah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Lutfi: Singapura di Balik Ancaman MSCI ke RI
BEI Ubah Aturan ARB untuk Saham Rp 11-Rp 14 Jadi Rp 1
IHSG Anjlok 3,64 Persen ke 4.996, BEI Keluarkan Saham HSC dari Indeks
IHSG Bangkit ke 5.000, Tapi Setahun Anjlok 41%
Dolar AS Melemah ke Rp18.024, Rupiah Menguat
Telkom Percepat Buyback Rp 4 Triliun, Sisa Dana Lebih Rp 3 Triliun
