Ahli Kesehatan Peringatkan Risiko Minum Air Dingin di Bawah
Gambar atau konten salah?
Cuaca panas menambah keinginan banyak orang untuk minum air dingin. Sensasi segar itu tampak membantu menurunkan dahaga, apalagi setelah terpapar matahari terik.
Namun, pada 26 September 2026, para ahli kesehatan menyoroti beberapa hal yang belum banyak diketahui. Konsumsi air dingin memang menyegarkan, tetapi tubuh harus menyesuaikan suhu cairan tersebut. Proses ini memicu termogenesis, yaitu peningkatan produksi panas. Efeknya kecil dan tidak signifikan bagi kesehatan atau penurunan berat badan.
Air dingin aman bagi kebanyakan orang, tetapi ada kondisi tertentu yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan. Orang dengan gangguan pencernaan atau refluks asam bisa merasakan gejala lebih parah. Selain itu, minum air dingin dapat menyebabkan brain freeze atau sakit kepala. Pada beberapa individu, hal itu bahkan dapat memicu migrain.
Para ahli menjelaskan bahwa minuman sangat dingin dapat memperlambat pergerakan saluran cerna, menimbulkan rasa tidak nyaman setelah makan. Ada juga anggapan bahwa air dingin dapat memperparah gejala flu atau batuk. Beberapa penelitian kecil menunjukkan bahwa lendir menjadi lebih kental setelah minum air dingin, namun bukti tersebut masih terbatas.
Menurut para pakar, yang paling penting bukan suhu air, melainkan kecukupan cairan. Air dingin, hangat, atau pada suhu ruangan sama-sama bermanfaat selama membantu tubuh tetap terhidrasi.
Dalam kondisi tertentu, air hangat bisa lebih nyaman. Misalnya saat flu, gangguan pencernaan, atau ketika ingin efek relaksasi. Sebaliknya, air dingin lebih cocok dikonsumsi saat cuaca panas atau setelah aktivitas fisik berat.
Secara keseluruhan, minum air dingin pada cuaca panas tidak menimbulkan risiko besar bagi kebanyakan orang. Namun, bagi yang memiliki kondisi medis tertentu, memilih suhu yang lebih lembut dapat mengurangi ketidaknyamanan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Korea Bapak‑Bapak Nikmati Nasi Padang di Pagi Sore Jakarta
Wali Kota London Sadiq Khan Tidak Suka Durian di Singapura
Hari Sushi Internasional: Asalnya Asia Tenggara, Bukan Jepang
Adem Ayem Solo: Warung Legendaris Tetap Menyapa Hujan Malam
Dot Cake Viral: Antrian Panjang di Butterfield Market
The Trans Resort Bali Hadirkan Restoran Michelin Berbintang
Berita Terbaru
Motor WNA Georgia Mendarat Tol Purbaleunyi, Teguran Saja
Buka Pendaftaran SPMB Kabupaten Bogor Juni 2026 12 Juni
Buleleng Gelar Nobar Gratis Piala Dunia 2026 di RTH
Ratusan Warga LMP MBG Mengunjungi Gubernur Sumatera Utara
Pemadaman Listrik Bandung Menghambat Lalu Lintas, Polisi Atur
BMKG Monitor 24 Jam, Sosialisasi Gempa di Bojonegoro
Gunung Semeru Erupsi, APG 4,5 km: Peringatan BPBD Warga
Korea Bapak‑Bapak Nikmati Nasi Padang di Pagi Sore Jakarta
Marc Cucurella Pindah ke Real Madrid, Akhir 4 Tahun Chelsea
