Dot Cake Viral: Antrian Panjang di Butterfield Market
Gambar atau konten salah?
Dot Cakes menjadi sorotan baru di media sosial, terutama di TikTok dan Instagram. Kue mini ini menawan karena tampilannya yang unik, menyerupai kue dalam gelas dengan lapisan taburan warna-warni tebal di atasnya.
Setiap Dot Cake dibangun dari lapisan cake dan frosting yang rapat, lalu ditutup dengan nonpareils—sprinkle bulat kecil berwarna-warni yang renyah saat digigit. Konsep sederhana ini membuat kue ini mudah diproduksi sekaligus menarik bagi penonton.
Ide ini lahir dari kolaborasi Alex Posner dan Sondra Posner, ibu dan anak yang memulai usaha kue bernama The Dot Cakes di Roslyn, New York. Mereka mengembangkan produk ini dengan tujuan menggabungkan rasa dan estetika dalam satu wadah kecil.
Setelah beberapa video tentang Dot Cakes diposting di TikTok dan Instagram, jutaan orang menontonnya. Data Google Trends menunjukkan pencarian kata kunci “dot cake” melonjak lebih dari 850% hanya dalam satu minggu, menandakan ketertarikan yang luar biasa.
Di New York, Butterfield Market, toko bahan makanan premium, menjadi salah satu tempat penjualan. Pembeli sering menunggu lama, bahkan sejak pagi, demi mendapatkan kue sebelum stok habis. Antrean panjang ini menandai popularitas produk yang tidak biasa.
Menurut Joelle Obstaz, salah satu pemilik Butterfield Market, lonjakan permintaan terjadi setelah video viral beredar. “Sekitar tiga hingga empat minggu lalu ada beberapa video tentang Dot Cakes di Instagram dan TikTok yang ditonton jutaan kali. Setelah itu permintaannya langsung meningkat drastis,” ujarnya kepada Fox News Digital.
Harga Dot Cakes sekitar US$11 (Rp196.100) per buah. Kue tersedia dalam beberapa varian rasa: classic white, vanilla chip, chocolate, dan red velvet. Setiap kue disajikan dalam wadah cup kecil, memudahkan konsumsi kapan saja.
Walaupun viral, pendapat beragam. Beberapa orang merasa kombinasi frosting dan sprinkle terlalu dominan dibanding isi kue. Ada pula yang menilai waktu antre tidak sebanding dengan rasa kue.
Tren ini juga menginspirasi kreator makanan lain. Mereka menciptakan versi gurih dengan bahan seperti kentang tumbuk, kaviar, bahkan sushi. Semua disusun berlapis dalam wadah kecil, menyerupai bentuk asli Dot Cakes.
Alex Posner mengungkapkan kebanggaannya melihat kreasi baru. “Saya bahkan melihat Dot Cakes versi sushi yang tampilannya sangat rapi dan menarik,” pungkasnya.
Dengan desain sederhana namun menarik, Dot Cakes menunjukkan bagaimana kombinasi visual dan rasa dapat menciptakan fenomena sosial media yang cepat menyebar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
The Trans Resort Bali Hadirkan Restoran Michelin Berbintang
Berbagai Restoran Ampera Raya Jadi Destinasi Kuliner
Resep Ayam Goreng Mentega, Lengkuas, & Asam Manis Populer
Ketoprak Jakarta Tetap Favorit, Banyak Lokasi Populer
Sourdough Croissant TCBL: Diskon 50% dan Cashback 5% Allo Paylater
Sambal Tomat: Rasa Asam Manis Pedas, Sentuhan Jawa
Berita Terbaru
Dot Cake Viral: Antrian Panjang di Butterfield Market
Piala Dunia 2026: Paket Wisata Mewah Harga Jutaan Dolar
Ronaldo Kebuntuan Gol di Piala Dunia 2026: Berubah?
Mobile Legends Hadapi Singapura di Asian Games 2026
Wakil Menteri Mediasi PHK 133 Pekerja PT AII di Jakarta
Paseban Kemangi: Tempat Rahasia Perencanaan Serangan Mataram
BMKG: Sesar Kendeng Bisa Guncang Bojonegoro, Tetap Waspada