Aji Santoso Kembali Jadi Pelatih, Kali Ini di Tim Legenda

Hendra M. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Aji Santoso Kembali Jadi Pelatih, Kali Ini di Tim Legenda

Gambar atau konten salah?

Aji Santoso kembali ke pinggir lapangan. Bukan untuk menangani klub profesional seperti Persebaya Surabaya yang dulu pernah ia pimpin. Kali ini, pelatih asal Malang itu mendapat tugas sebagai pelatih tim legenda dalam ajang Indonesia Fun Football Legends (IFFL).

Pertandingan perdana IFFL akan digelar di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, pada Minggu malam, 5 Juli 2026. Ajang ini mempertemukan banyak nama besar sepak bola Indonesia. Mulai dari Cristian Gonzales, Uston Nawawi, Hamka Hamzah, Samsul Arif, Syamsir Alam, Ronald Fagundez, hingga Rendi Irwan. Mereka semua akan bermain di bawah arahan Aji Santoso dan pelatih senior Jacksen F. Tiago.

Aji mengaku sengaja memilih peran sebagai pelatih. Bukan karena ambisi taktikal. Alasannya sederhana: ia ingin menyaksikan langsung para mantan anak asuhnya bermain dari sisi lapangan. "Makanya saya memilih jadi pelatih, tujuannya untuk bisa melihat mantan anak asuh saya bermain dari pinggir lapangan. Saya ingin mengulang saat dulu masih memimpin mereka," kata Aji.

Bagi Aji, IFFL bukan sekadar pertandingan amal. Lebih dari itu, ajang ini menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi. "Ini pertandingan amal, tetapi yang paling penting adalah pertandingan ini adalah ajang silaturrahmi. Mantan-mantan pemain, antarpemain, bahkan antarpelatih dan pemain," lanjutnya.

Karena konsepnya adalah fun game, Aji berharap semua pemain bisa menjaga kondisi. Ia mengingatkan agar tidak ada yang memaksakan diri. Sebagian besar pemain yang akan tampil sudah lama tidak bermain dalam pertandingan resmi. "Artinya jangan sampai dipaksakan, jangan sampai pertandingan fun game ini nanti ada terjadi hal-hal yang tidak kami inginkan," terangnya.

Hamka Hamzah juga menyambut baik penyelenggaraan IFFL. Menurut bek legendaris itu, ajang ini sudah lama dinantikan oleh para mantan pesepakbola. "Ini sangat luar biasa karena yang buat acara mantan pemain, jadi lebih memahami arti sebuah sepakbola yang sebenarnya," kata Hamka. Ia menambahkan, "Di mana mantan pemain ingin silaturahmi bareng tapi gak ada wadahnya. Jadi IFFL ini bisa menyatukan."

Eva Gonzales, pendiri IFFL, menjelaskan tujuan ajang ini. Istrinya Cristian Gonzales itu mengatakan IFFL digelar untuk mempererat silaturahmi antarpemain legenda dari berbagai daerah di Indonesia. "Juga mungkin bisa memberikan atmosfer kebahagiaan antarlegend yang sekarang sudah gak eksis lagi. Nah, di sinilah kita berkumpul bersilaturrahim antarlegend se-Indonesia," kata Eva.

IFFL tidak hanya menjadi ajang reuni. Ada misi sosial di dalamnya. Eva mengatakan pihaknya ingin membantu para legenda sepak bola yang saat ini mengalami kesulitan ekonomi. "Kami berbagi sedikit rejeki bagi untuk para legend. Gak banyak, tapi kami berharap ke depan akan banyak support dari banyak pihak, sehingga bisa memberi manfaat lebih luas," pungkasnya.

Acara ini menjadi pengingat bahwa sepak bola tidak hanya tentang kompetisi. Ada ikatan yang bertahan lama, bahkan setelah para pemain gantung sepatu. IFFL mencoba merawat ikatan itu, sambil memberi sedikit bantuan bagi mereka yang membutuhkan.

IFFLlegenda sepak bolasilaturahmiAji Santosopertandingan amalreuniHamka Hamzah

Komentar

Memuat komentar...