Akamai Akuisisi LayerX, Tambah Kontrol AI di Browser
Gambar atau konten salah?
Perusahaan penyedia layanan infrastruktur dan keamanan siber, Akamai Technologies, mengumumkan bahwa ia akan mengakuisisi LayerX, sebuah perusahaan yang menyediakan solusi AI usage control berbasis browser dan teknologi Secure Enterprise Browser (SEB). Akuisisi ini bertujuan memperluas proteksi Akamai langsung ke dalam browser, menjawab salah satu prioritas keamanan paling mendesak bagi perusahaan pada tahun 2026: mengamankan interaksi karyawan dengan aplikasi Kecerdasan Buatan (AI).
Sejauh ini, sebagian besar aktivitas perusahaan, termasuk interaksi tenaga kerja dengan aplikasi AI generatif, solusi SaaS AI, dan agen AI, terjadi di dalam browser. Tanpa mengganti browser, LayerX terintegrasi langsung dengan browser populer yang sudah ada, berbeda dengan solusi browser khusus perusahaan (proprietary) yang memaksa pengguna berpindah platform dan mengganggu produktivitas.
Dengan hadirnya LayerX, tim keamanan dapat memperoleh visibilitas dan kontrol secara real-time terhadap aktivitas pengguna. Hal ini mencakup pemantauan interaksi dengan konten web, riwayat prompt yang diketik ke sistem AI, hingga unggahan file sensitif. Executive Vice President dan General Manager Security Technology Group Akamai, Mani Sundaram, menyoroti kekhawatiran kliennya terkait kebocoran data. "Kontrol keamanan yang ada saat ini tidak mampu melihat bagaimana karyawan berinteraksi dengan tools AI dan membagikan informasi ke large language models. Akuisisi LayerX membantu menutup kesenjangan tersebut," ujarnya pada 07 Juni 2026.
Teknologi LayerX nantinya akan dikawinkan dengan kemampuan portofolio Zero Trust Akamai yang sudah ada, seperti Zero Trust Network Access (ZTNA), perlindungan runtime untuk aplikasi AI, dan segmentasi tingkat beban kerja (workload). Kombinasi ini diklaim akan menghadirkan kontrol penggunaan AI komprehensif yang mencakup pengguna, aplikasi, dan infrastruktur perusahaan. CEO dan Co-Founder LayerX, Or Eshed, menambahkan: "Mengamankan penggunaan AI oleh manusia maupun agen AI telah menjadi salah satu tantangan utama dalam keamanan enterprise. Kami memberikan fondasi bagi perusahaan untuk menerapkan AI secara aman dalam skala global,".
Berikut rincian transaksi dan target penyelesaian:
- Nilai Akuisisi: Akamai sepakat mengakuisisi seluruh saham LayerX dengan nilai sekitar USD 205 juta (sekitar Rp 3,3 triliun), setelah memperhitungkan penyesuaian terhadap perkiraan harga pembelian.
- Target Rampung: Transaksi ini diperkirakan akan selesai pada kuartal ketiga tahun 2026, tunduk pada persyaratan penutupan umum.
- Status Karyawan: Seluruh karyawan LayerX, termasuk pendirinya yakni Or Eshed dan David Vaisbrud, akan resmi bergabung ke dalam organisasi Zero Trust Akamai.
- Dampak Finansial: Bisnis LayerX diperkirakan akan menyumbang Pendapatan Berulang Tahunan (Annual Recurring Revenue/ARR) sekitar USD 10 juta pada akhir tahun 2026.
Akuisisi ini menandai langkah penting bagi Akamai dalam memperkuat posisi di pasar keamanan siber, khususnya di bidang kontrol penggunaan AI. Dengan integrasi teknologi LayerX, perusahaan dapat menawarkan solusi yang lebih komprehensif bagi klien yang ingin melindungi data mereka saat berinteraksi dengan aplikasi AI. Perkembangan ini juga menunjukkan bahwa keamanan siber semakin menitikberatkan pada pengawasan langsung di titik penggunaan, yakni browser, yang menjadi pintu masuk utama bagi banyak aplikasi modern.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
BKAD Sulsel: Rp 705 Miliar Bukan Utang, Masih Verifikasi
Marquez Menjuarai Sprint MotoGP Hungaria 2026 di Balaton Park
Cara Simpan Kentang Agar Tetap Segar Tanpa Kulkas di Rumah
Raymond/Joaquin Raih Final Indonesia Open 2026, Bintang Baru
Marc Marquez Juara Sprint Balaton Park, Fokus Podium Hungaria
Madu Tanpa Sengat Menemukan Bakteri Probiotik Antibakteri
