IHSG Sentuh 6.300, Saham Konglomerat Jadi Motor
Gambar atau konten salah?
Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan penguatan pada sesi pertama perdagangan, Selasa 21 Juli 2024. Level 6.300 berhasil disentuh lagi, didorong oleh kenaikan saham-saham milik para konglomerat.
Data dari RTI Business menunjukkan IHSG naik 1,41% ke posisi 6.319,85 hingga penutupan sesi I. Sejak pembukaan pagi tadi di level 6.273,57, indeks terus bergerak di zona hijau.
Volume perdagangan tercatat mencapai 30,96 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 11,07 triliun. Frekuensi perdagangan saham mencapai 1.762.226 kali sepanjang sesi pertama.
Papan perdagangan utama LQ45 juga ikut menguat 1,20% ke level 635.283 pada paruh pertama perdagangan. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 387 saham menguat, 224 saham melemah, dan 181 saham stagnan.
Saham-saham konglomerat menjadi pendorong utama penguatan. Milik Bakrie Grup, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melonjak 9,55% ke harga Rp 436 per saham. Saham konglomerat Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), menguat 7,46% ke Rp 720 per saham. Sementara milik Agoes Projosasmito, PT Amman Mineral Internasional Tbk, naik 6,48% ke Rp 4.270 per saham.
Data perdagangan dari Stockbit mencatat aksi beli investor asing (foreign buy) mencapai Rp 2,98 triliun di paruh pertama. Namun, aksi jual investor asing (foreign sell) juga tercatat sebesar Rp 2,76 triliun. Meski begitu, IHSG masih mencatatkan net foreign buy sebesar Rp 220,14 miliar.
Saham konglomerat mendominasi foreign buy pada sesi I. Milik Sinar Mas Group, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), mencatat foreign buy terbesar yaitu Rp 169,72 miliar. Posisi kedua ditempati PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan Rp 92,81 miliar. Posisi ketiga adalah milik Prajogo Pangestu, PT Petrosea Tbk (PTRO), dengan Rp 41,48 miliar.
Secara keseluruhan, penguatan IHSG pada sesi pertama ini didorong oleh kombinasi sentimen positif dari saham konglomerat dan aliran modal asing yang masih masuk. Meskipun ada tekanan jual dari asing, jumlah beli bersih tetap positif. Ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap pasar saham Indonesia masih terjaga, setidaknya dalam jangka pendek.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pinjol Tembus Rp 106 Triliun, Kredit Macet 5,36%
Investor Pasar Modal Tembus 33,55 Juta di Oktober 2026
26 Perusahaan Antre IPO, Target Dana Rp24 Triliun
OJK Desak MNC Bank Segera Selesaikan Keluhan Nasabah
IHSG Ditutup Hijau di 5.030, Naik 2,25 Persen
Aset Asuransi Tembus Rp1.192 Triliun per September 2026
