Anemia Remaja Putri Bandung Melebihi 100 Ribu, 11% Penderita
Gambar atau konten salah?
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bandung mengungkapkan data yang menegangkan tentang kondisi remaja putri di kota ini. Menurut Kepala DPPKB, 11-12 persen remaja putri mengalami anemia, dan jumlahnya melebihi 100 ribu orang. Data ini mencakup remaja SMP, SMA, dan mahasiswi yang belum menikah.
“Remaja putri ini kan calon ibu, akan menikah dan punya anak. Tapi kalau sejak remaja putri sudah anemia, itu bibit-bibit anaknya akan berisiko stunting,” ujar Anhar Hadian dalam panggilan telepon pada 23 April 2026. Ia menambahkan, “Karena gini, angka anemia di Kota Bandung seinget saya 11-12 persen. Lebih dari 100 ribu orang, itu remaja putri SMP, SMA dan mahasiswi yang belum menikah. Datanya cukup besar jumlahnya.”
Menurut Anhar, penyebab utama anemia di kalangan remaja putri adalah pola makan yang kurang seimbang. Ia memberi contoh, “Kadang, banyak remaja putri yang memilih untuk mengkonsumsi seblak dibandingkan ikan. Jadi remaja putri kita teh kurang gizi. Kalau sekarang pilihannya ikan salem sama seblak, pasti milih seblak, kayak gitu lah. Banyak sekali sekarang ini makanan yang beredar dan dikonsumsi remaja putri bukan makanan yang memenuhi kadar gizi. Sehingga, remaja putri kita banyak yang anemia.”
Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah telah meluncurkan program pemberian tablet penambah darah. Namun, masih banyak remaja putri yang enggan mengkonsumsi tablet tersebut karena khawatir akan efek samping. Anhar menjelaskan, “Ada jalan pintasnya yaitu pemberian tablet FE, itu sudah dilaksanakan di sekolah-sekolah, terutama SMP. Tapi memang, tampaknya banyak juga remaja putri yang tidak mau mengkonsumsi tablet FE, karena katanya ada efek sampingnya, rada mual.”
Data ini menyoroti pentingnya intervensi nutrisi sejak dini bagi remaja putri. Program pemberian tablet FE dan edukasi pola makan dapat membantu menurunkan prevalensi anemia dan mengurangi risiko stunting pada anak di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kendala Situs SPMB 2026 Orang Tua Kesulitan Akses Hasil
Banjir di Jakarta, Ribuan Penduduk Pindah ke Kawasan Tinggi
PKB Jabar Fest 14 Juni: DPAC Jawa Barat Di Arcamanik Youth
Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia Setelah IPO SpaceX
Satria Muda Kalah 79-82 vs Bogor Hornbills Semifinal IBL
Layang-Layang Menghambat Kereta Cepat Whoosh, KCIC Amankan 452
Berita Terbaru
Alfin Setyo Tunggal Pemaafkan Pelaku Pencuri Uang Toko
Indonesia vs Kamboja di Piala AFF U-19 2026, Sabtu 13 Juni
Cucurella Tegaskan Tidak Pindah Chelsea, Bahagia di London
Elon Musk Jadi Miliarder Pertama Dunia Setelah IPO SpaceX
OKU Kirim Paket Sembako ke Korban Kebakaran Pasar Baru
Indonesia Raih Final Ganda Putri Australian Open 2026
Jember Pimpin 6,35% Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I
