Jember Pimpin 6,35% Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I

Sinta R. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Jember Pimpin 6,35% Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I

Gambar atau konten salah?

Jember mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,35 persen pada Kuartal I, menempatkannya di puncak wilayah Sekar Kijang. Angka ini mengungguli pertumbuhan di Jawa Timur (5,96 persen) dan di tingkat nasional (5,61 persen).

Performa ini sejalan dengan temuan disertasi doktoral Bupati Jember, Muhammad Fawait, yang baru saja menyelesaikan studi S3 Ilmu Ekonomi di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Risetnya meneliti bagaimana anggaran daerah dapat diarahkan secara taktis, agar tidak hanya digunakan untuk belanja rutin yang konsumtif, melainkan difokuskan pada sektor yang memiliki efek berganda.

“APBD itu stimulus utama di daerah. Kalau habis buat belanja rutin atau birokrasi yang gemuk, ekonomi pasti jalan di tempat,” ujarnya pada 13 Juni 2026.

Menurut Fawait, alokasi dana harus langsung masuk ke sektor produktif yang berdampak pada masyarakat berpendapatan rendah, seperti pertanian, UMKM, dan infrastruktur pinggiran. Di Jember, ketepatan penyaluran stimulus ini terbukti meningkatkan PDRB.

“Anggaran daerah harus dikonversi menjadi program nyata yang menyentuh akar rumput secepat mungkin sejak awal kuartal,” tambahnya.

Faktor penting lainnya, kata dia, adalah pelaksanaan lapangan yang bersih dari hambatan birokrasi. Penelitian beliau menunjukkan bahwa kelancaran birokrasi mempercepat perputaran uang di masyarakat.

“Begitu sumbatan birokrasi dipangkas, uang berputar cepat di tingkat bawah. Efek dominonya pendapatan riil masyarakat naik dan daya beli meningkat,” paparnya.

Dengan pertumbuhan 6,35 persen, Jember kini menjadi lokomotif ekonomi di koridor Sekar Kijang. Regensi lain di wilayah ini, seperti Banyuwangi (6,14 persen), Lumajang (5,89 persen), Situbondo (5,50 persen), dan Bondowoso (5,42 persen), masih tertinggal.

“Daerah yang mampu memaksimalkan belanja publik di awal tahun otomatis akan menarik gerbong ekonomi wilayah di sekitarnya,” tambahnya.

Dia menegaskan bahwa gelar doktor membawa tanggung jawab moral besar. Ia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tinggi harus sebanding dengan isi dompet masyarakat, sehingga kemiskinan turun dan lapangan kerja terbuka lebar.

“Gelar doktor ini bukan untuk gagah-gagahan. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus berbanding lurus dengan isi dompet masyarakat, artinya kemiskinan turun dan lapangan kerja terbuka lebar,” pungkasnya.

Keberhasilan Jember menunjukkan bahwa penyaluran anggaran yang tepat sasaran, bersih dari birokrasi, dapat memacu pertumbuhan ekonomi yang merata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

JemberPertumbuhan EkonomiSekar KijangAnggaran DaerahBirokrasiUMKMPDRB

Komentar

Memuat komentar...