Arief Tri Hardiyanto Buka Penjurian Apresiasi Konektivitas
Gambar atau konten salah?
Senin, 13 April 2026, di markas sebuah perusahaan media digital, Arief Tri Hardiyanto, Inspektur Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital, memulai penjurian untuk Apresiasi Konektivitas Digital. Ia membuka sesi dengan menjelaskan tantangan yang dihadapi dalam menentukan juara di antara tujuh nominasi.
“Kita mencoba seobjektif mungkin. Dari data-data yang sudah dikumpulkan oleh tim, kemudian dokumen-dokumen, kesediaan, validitasnya, itu kita coba verifikasi untuk bisa kita semaksimal mungkin objektif,” terangnya kepada detikINET. Ia menekankan pentingnya verifikasi silang agar penilaian tetap netral.
Selama proses, tim penilai menemukan kendala ketika dua nominasi terlihat seimbang. Namun, data yang disajikan dan verifikasi lapangan membantu menyaring siapa yang berada di puncak. Keterangan ini menunjukkan bahwa penjurian tidak hanya mengandalkan angka, melainkan juga konteks nyata di lapangan.
Ketika ditanya tentang pandangannya terhadap konektivitas digital di Indonesia, Arief mengemukakan sikap positif. “Saya berpandangan positif ya, artinya kalau kita melihat suatu pembangunan kan pasti kita ada gradual improvement kan, pasti. Jadi kita ngelihatnya jangan untuk Indonesia secara keseluruhan, kita ngelihat prosesnya lah,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa pembangunan digital bersifat bertahap, bukan sekaligus.
Ia juga mengingatkan bahwa proses ini sudah berlangsung lama dan terus berlanjut. “Proses ini sudah kita lakukan cukup lama dan masih terus kita lakukan. Ingat, kita di Indonesia itu kan banyak Pemda, banyak daerah dengan lokasi tantangan yang berbeda-beda,” tambahnya. Hal ini menyoroti kompleksitas geografis dan administratif di tanah air.
Contohnya, Pulau Jawa memiliki infrastruktur yang sudah lengkap, sehingga potensi kemajuan digital lebih besar. Sebaliknya, daerah tertentu masih dalam tahap pembangunan infrastruktur, sehingga perkembangan masih berada di fase awal. “Nah ada gap, mungkin gap-nya secara alamiah seperti itu. Tapi saya tertarik, khususnya kalau dari pemerintah ya, program-program pemerintah juga banyak yang bisa memfasilitasi untuk pengembangan digitalnya,” jelas Arief.
Penjurian ini juga mengingatkan Arief pada tagline 3T – Terhubung, Tumbuh, Terjaga yang menjadi landasan kementerian. Ia berharap konektivitas digital di Indonesia akan semakin meluas, tumbuh dengan dampak nyata—baik ekonomi, sosial, maupun pendidikan—dan tetap terjaga. “Tidak hanya dari ancaman-ancaman cyber, tapi juga terjaga dalam artian kita menjaga jangan sampai digitalisasi ini sisi negatifnya overweight, melebihi sisi manfaat yang bisa memengaruhi masa depan generasi kita,” tutupnya.
Proses penjurian ini menegaskan komitmen kementerian untuk terus memantau dan mendukung perkembangan konektivitas digital di Indonesia. Dengan data, verifikasi lapangan, dan perspektif jangka panjang, penilai berusaha memastikan bahwa setiap nominasi mencerminkan kemajuan yang seimbang dan berkelanjutan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Jack Ma di Moskow: Tantang Mahasiswa Hadapi Ketakutan
Satria-1 Tambah 154 Titik Akses Sangihe-Sitaro, 50‑150 Mbps
Kaspersky: Phishing QR Teks ASCII Menambah Serangan 5x
Nanik Deyang Jadi Kepala BGN, Fokus Gizi Anak Nasional
Jack Ma Kenang Pencapaian Besar: Nikah dengan Zhang Ying
Pancingan Australia Dorong Konsumsi Ikan Mas Bagi Populasi
Berita Terbaru
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Vlahovic Lepas dari Juventus, Cari Klub Baru Luar Italia
Raymond-Indra dan Nikolaus-Joaquin Kalah, Fokus Tampil
BMKG: Hujan Ringan di Way Kanan, Lampung Sore Hari
Zamzam: Air Suci Terus Mengalir Meski Dipompa 24 Jam
Tanggal 04 Juni 2026 Dapat Dihitung 18 Dzulhijjah 1447 H
Terowongan Tijuana‑Otay, 1.000 kg Kokain Ditangkap Besar
Gejala Kulit Leukemia: Memar, Benjolan, Infeksi, dan Lainnya
Almond vs. Kacang Tanah: Pilihan Nutrisi Jantung Kesehatan
