Bandung Bongkar Bangunan Liar Antisipasi Banjir

Wulan M. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Bandung Bongkar Bangunan Liar Antisipasi Banjir

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Kota Bandung tengah menyiapkan langkah untuk membongkar sejumlah bangunan liar. Tindakan ini diambil sebagai upaya mengurangi risiko banjir di berbagai titik wilayah.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa meskipun saat ini sedang memasuki musim kemarau, potensi banjir tetap perlu diwaspadai. Ia merujuk pada laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan bahwa cuaca di Kota Bandung bisa berubah secara mendadak.

"Jadi hal yang sangat mengkhawatirkan adalah, saya rapat dengan BMKG. BMKG berkesimpulan bahwa Kota Bandung di masa kemarau yang anomali ini, kemungkinan terjadi peningkatan hujan yang tiba-tiba tinggi itu rendah," kata Farhan pada Selasa, 07 Juli 2026.

Meski kemungkinannya kecil, ia tidak menutup kemungkinan terjadinya hujan deras yang tiba-tiba. "Tetapi bukan tidak mungkin terjadi, ada sekitar 6 persen kemungkinan terjadi. Tetapi apabila 6 persen itu terjadi, maka akan terjadi banjir yang luar biasa," ungkapnya.

Sebagai langkah antisipasi, Farhan mengaku sedang menyasar bangunan liar yang harus dibongkar di sejumlah lokasi. Namun ia menegaskan, proses pembongkaran tidak akan dilakukan secara mendadak. Pemerintah akan mengutamakan tahapan peringatan bagi penghuni bangunan tersebut.

"Maka antisipasinya sekarang adalah saya sama DSDABM lagi keliling ke seluruh wilayah untuk membereskan berbagai macam drainase. Nah, banyak drainase kita ini ketutup oleh bangunan liar dan oleh PKL yang liar juga," tuturnya.

Farhan menambahkan, penertiban akan dilakukan secara bertahap. "Jadi terpaksa ini mah semua Bangli dan PKL yang ada di atas saluran air itu ditertibkan. Penertibannya kita nggak langsung tiba-tiba datang ya, kita sudah kirim surat ke-1, surat ke-2, dan surat ke-3," tandasnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pemerintah kota lebih memilih pendekatan persuasif daripada tindakan represif. Meskipun kemungkinan hujan ekstrem hanya sekitar 6 persen, dampaknya bisa sangat besar jika benar-benar terjadi. Oleh karena itu, membersihkan saluran air dari bangunan dan pedagang liar menjadi prioritas utama.

pembongkaran bangunan liarantisipasi banjirBandungpenertiban drainaseperingatan penghunihujan ekstremBMKG

Komentar

Memuat komentar...