Bangkai Pesawat Merpati Dijual di Sukoharjo, Rp3 Miliar

Eko P. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 65 dibaca
Bisik.id
Bangkai Pesawat Merpati Dijual di Sukoharjo, Rp3 Miliar

Gambar atau konten salah?

Di Dusun Dukuh, RT 01/V, Desa Gupit, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, tersembunyi sebuah gudang yang menyimpan bangkai pesawat. Meskipun tidak ada bandara di sekitar, lahan bekas penggilingan padi seluas 4 ribu meter persegi menampung 11 pesawat berukuran dan tipe berbeda.

Di halaman gudang, sebuah pesawat putih besar sudah terpotong menjadi dua atau tiga bagian. Sayap, mesin, dan interior kabin sudah dilepas. Di satu ruang, tersisa pesawat capung yang masih utuh, tumpukan sayap, komponen mesin, turbin, serta beberapa kursi penumpang dan pilot. Ban dan velg pesawat menumpuk di sudut bangunan.

“Barang-barang di sini dari eks (maskapai) Merpati 2013 waktu pailit. Barangnya ada yang dari Bandara Soekarno‑Hatta, Bandara Juanda, dan Kalimantan. Tapi yang ada di sini dari Jakarta semua,” kata Mahdianto alias Gudel, karyawan gudang berusia 45 tahun, kepada penulis pada 5 Maret 2026.

Bisnis rongsok pesawat ini dimulai oleh bos Gudel di Jakarta pada tahun 2017. Pada 2020, mereka mencari gudang baru dan memulai penjualan di Sukoharjo. Setiap hari, beberapa orang berjaga di gudang dan mempromosikan bangkai pesawat lewat media sosial Facebook.

Pesawat dan suku cadangnya berasal dari tipe CASA C‑212, Fokker, hingga Boeing. Ada juga pesawat capung Cessna 150. Karena tidak layak terbang, fungsinya berubah menjadi bahan baku bagi edukasi, restoran konsep pesawat, atau pajangan di rumah mewah kolektor.

“Target kita untuk edukasi di sekolah penerbangan, resto konsep pesawat, hingga pajangan di rumah mewah bagi kolektor,” ujarnya.

Calon pembeli dapat menghubungi Gudel atau datang langsung ke gudang di Nguter. Baru-baru ini, body lengkap pesawat Boeing terjual dan dipasang di restoran di Majalengka, Jawa Barat. Gudel menyebut harga body tersebut hampir Rp 3 miliar.

“Kita bawa (body pesawat) ke sana dengan tiga truk. Disana kita lakukan restorasi, pengelasan dan pengecatan oleh tenaga yang ahli. Owner sudah terima bagusnya,” jelasnya.

Harga body pesawat bervariasi tergantung tipe. Untuk Cessna dan Fokker sekitar Rp 2 miliar. Sedangkan Boeing mencapai Rp 2‑3 miliar karena ukuran lebih besar dan proses pemasangan lebih lama. Jika full body ditambah kursi, harganya Rp 2‑3 miliar dan sudah termasuk penyambungan serta perbaikan. Untuk pembelian sendiri, harga lebih murah karena biaya operasional.

“Susah ditebak (untuk perputarannya), karena ini sangat segmented ya,” tambah Gudel.

Setelah pandemi, permintaan body pesawat menurun, namun permintaan suku cadang tetap tinggi, khususnya untuk edukasi di sekolah penerbangan. Barang yang dijual untuk kolektor meliputi Cessna 150, bagian dalam kabin pilot seperti kemudi dan kursi pilot. Bagian mesin dan kabel tembaga juga dicari oleh segmen yang lebih umum.

Harga suku cadang eceran bervariasi: mulai Rp 300 ribu hingga Rp 300 ribu (tergantung serial number). Kursi penumpang satu set dua dijual Rp 2 jutaan. Ban pesawat Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta. Velg pesawat mulai Rp 1,5 juta. Turbin utuh Rp 50 juta nego, mesin hidup satu set Rp 300 juta. Sekolah penerbangan banyak membeli suku cadang untuk praktik.

Untuk membeli, masyarakat dapat melihat langsung di gudang atau menghubungi Gudel di nomor 0895334828000. Bangkai pesawat juga dipasarkan lewat akun TikTok @gudeal22.

Jika pembeli ingin merakit body pesawat sendiri, Gudel menyatakan setidaknya dibutuhkan tiga truk kontainer untuk membawa body ke tempat tujuan. Pembeli juga harus menyiapkan tenaga ahli untuk proses perakitan di lokasi. Pengiriman tetap lewat jalur darat, tidak mungkin lewat udara karena pesawat sudah tidak layak terbang.

“Target kita untuk edukasi di sekolah penerbangan, resto konsep pesawat, hingga pajangan di rumah mewah bagi kolektor,” pungkasnya.

Video: Heboh Bangkai Pesawat Besar Nangkring di Halaman Rumah Warga Mojokerto

Gudang ini menjadi tempat yang tidak biasa bagi para kolektor, pelajar, dan pengusaha restoran. Dengan harga yang cukup tinggi namun tetap terjangkau bagi segmen tertentu, bisnis ini menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar yang berubah. Meski setelah pandemi permintaan body pesawat menurun, suku cadang tetap dicari, menunjukkan bahwa bangkai pesawat masih memiliki nilai guna di berbagai industri.

Bangkai pesawatGudang SukoharjoSuku cadang pesawatEdukasi penerbanganRestoran konsep pesawatHarga body pesawatPasar kolektorTikTok @gudeal22

Komentar

Memuat komentar...