Waskita Karya Perluas Mataf Haram, Kapasitas 105 Ribu

Jaka M. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Waskita Karya Perluas Mataf Haram, Kapasitas 105 Ribu

Gambar atau konten salah?

PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah menorehkan jejak di Timur Tengah, khususnya di Masjidil Haram di Mekah. Pada tahun 2013, perusahaan ini mengeksekusi renovasi area terbuka yang mengelilingi Ka'bah, bagian dari proyek King Abdullah Makkah Extension (KAME) senilai 59 juta riyal Saudi. Tujuannya jelas: memberi ruang lebih bagi jemaah, sehingga ibadah menjadi lebih tenang.

Corporate Secretary Ermy Puspa Yunita menegaskan, “Sebelumnya mataf hanya dapat menampung 48 ribu jemaah, namun setelah direnovasi bisa memuat hingga lebih dari 105 ribu jemaah.” Perluasan ini bukan sekadar pekerjaan, melainkan simbol komitmen Waskita Karya untuk menyediakan infrastruktur yang bermanfaat secara internasional.

Masjidil Haram bukan hanya dipadati saat musim haji. Setiap malam 16 Juni 2026, jemaah dapat menyaksikan pergantian kiswah Ka'bah. Pemerintah Arab Saudi memindahkan acara ini dari 9 Dzulhijjah ke 1 Muharram 1448 Hijriah (H) agar Ka'bah tampil bersih dan baru di Tahun Baru Islam.

Ermy menambahkan, “Kontribusi Waskita Karya pada pembangunan kawasan suci yang menjadi pusat orientasi ibadah umat Islam dunia merupakan manifestasi dan kompetensi, kredibilitas, dan daya saing Perseroan dalam industri konstruksi global.”

Ia juga menekankan, “Pencapaian ini semakin memperkuat posisi Perseroan sebagai perusahaan konstruksi terkemuka dengan portofolio yang mencakup bangunan gedung, fasilitas publik, infrastruktur konektivitas, transportasi udara, serta infrastruktur sumber daya air di berbagai wilayah.”

Selain mataf, Waskita Karya telah menyelesaikan beberapa proyek penting di Arab Saudi. Pada 2011, mereka mengeksekusi King Saud Fitness College dengan nilai kontrak 16 juta riyal. Sebelumnya, pada 2009, perusahaan mengerjakan King Saud University of Riyadh Techno Valley & Building Administration College senilai 50 juta riyal Saudi.

Selama periode 2010‑2012, Waskita Karya membangun King Abdullah Financial District (KAFD) yang memiliki 31 lantai. Proyek lain termasuk Jeddah Flyover dan King Faisal Specialist Hospital di Jeddah, menambah portofolio internasional perusahaan.

Ke depannya, Waskita Karya berfokus pada inovasi, keunggulan operasional, tata kelola perusahaan, dan pengembangan kapabilitas sumber daya secara berkelanjutan. Perusahaan berupaya menjadi konstruksi yang adaptif, tangguh, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kontribusi pada proyek strategis di pasar internasional.

Arab Saudi merupakan salah satu pasar prioritas dalam strategi pertumbuhan internasional Waskita Karya. Keberadaan Perseroan secara resmi di negara tersebut yang didukung perizinan operasional yang lengkap, mencerminkan kesiapan Waskita Karya untuk bersaing dan berkolaborasi dalam berbagai proyek konstruksi berkelas dunia, sekaligus memperkuat posisi Perseroan sebagai perusahaan konstruksi Indonesia yang berdaya saing global,” tutupnya.

Dengan proyek-proyek besar di Arab Saudi, Waskita Karya menunjukkan peran aktifnya di pasar konstruksi internasional. Keberhasilan renovasi mataf dan proyek lainnya mempertegas reputasi perusahaan sebagai penyedia infrastruktur yang handal dan berpengalaman. Perusahaan berpotensi memperluas jaringan di wilayah lain, menegaskan komitmen untuk terus berinovasi dan berkontribusi pada pembangunan global.

PT Waskita KaryaMasjidil HaramMatafKing Abdullah Makkah ExtensionArab Saudiinfrastrukturinovasi

Komentar

Memuat komentar...