Banjir Bandang OKU Selatan: Rumah Hanyut, Jalan Terhalang
Gambar atau konten salah?
OKU Selatan mengalami banjir bandang dan tanah longsor pada malam Sabtu, 28 Maret 2026. Banjir menimpa Desa Manduriang di Kecamatan BOR Ranau Tengah, Kabupaten OKU Selatan. Akibat hujan deras sejak sore, satu rumah dilaporkan hanyut terbawa arus.
Menurut Indra Gunawan, sekretaris BPBD OKU Selatan, curah hujan tinggi menjadi penyebab utama sungai meluap. Ia menjelaskan, “Curah hujan yang tinggi sejak sore hari menyebabkan sungai meluap sekitar pukul 20.30 WIB hingga terjadi banjir bandang dan tanah longsor,” ujarnya, Minggu, 29 Maret 2026.
Warga di Dusun 4, 6, dan 8 Simpang Sender Utara merasakan dampak langsung. Banjir tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga menghalangi akses jalan utama antar dusun. “Air mengenai jalan penghubung antardusun sehingga aktivitas warga terganggu,” katanya.
Data sementara mencatat minimal empat kepala keluarga di Dusun 6 terdampak langsung. Mayoritas korban adalah petani yang bekerja bersama anggota keluarganya. Beberapa rumah warga terdampak, bahkan satu unit rumah dilaporkan hanyut terbawa arus.
Meskipun tidak ada korban jiwa, sejumlah rumah tertimbun material longsor dan sebagian masih terendam air. “Beberapa rumah tertimbun longsor dan hingga kini masih ada yang terendam. Kondisi di lokasi juga terkendala sinyal komunikasi,” jelasnya.
Tim BPBD dan aparat kecamatan masih menghadapi kendala untuk masuk ke lokasi. “Akses menuju lokasi terputus dan medan cukup sulit, sehingga tim belum bisa menjangkau seluruh area,” katanya. Sementara itu, warga melakukan evakuasi secara swadaya sambil menunggu bantuan tim gabungan.
Evakuasi dilakukan oleh warga bersama aparat setempat sambil melakukan pemantauan kondisi di lapangan, ujarnya. “Warga masih melakukan evakuasi secara swadaya sambil menunggu tim BPBD dan kecamatan bisa masuk ke lokasi,” ungkapnya.
Keadaan masih dinilai kritis karena keterbatasan sinyal dan akses. Penanganan darurat berlanjut dengan upaya evakuasi dan pemantauan, sementara tim BPBD dan kecamatan menunggu waktu yang tepat untuk masuk ke daerah terdampak.
Peristiwa ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi antara aparat dan warga dalam menghadapi bencana alam di wilayah yang rawan hujan deras.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
