Banjir Bandang OKU Selatan: Rumah Hanyut, Jalan Terhalang

Ika P. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 45 dibaca
Bisik.id
Banjir Bandang OKU Selatan: Rumah Hanyut, Jalan Terhalang

Gambar atau konten salah?

OKU Selatan mengalami banjir bandang dan tanah longsor pada malam Sabtu, 28 Maret 2026. Banjir menimpa Desa Manduriang di Kecamatan BOR Ranau Tengah, Kabupaten OKU Selatan. Akibat hujan deras sejak sore, satu rumah dilaporkan hanyut terbawa arus.

Menurut Indra Gunawan, sekretaris BPBD OKU Selatan, curah hujan tinggi menjadi penyebab utama sungai meluap. Ia menjelaskan, “Curah hujan yang tinggi sejak sore hari menyebabkan sungai meluap sekitar pukul 20.30 WIB hingga terjadi banjir bandang dan tanah longsor,” ujarnya, Minggu, 29 Maret 2026.

Warga di Dusun 4, 6, dan 8 Simpang Sender Utara merasakan dampak langsung. Banjir tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga menghalangi akses jalan utama antar dusun. “Air mengenai jalan penghubung antardusun sehingga aktivitas warga terganggu,” katanya.

Data sementara mencatat minimal empat kepala keluarga di Dusun 6 terdampak langsung. Mayoritas korban adalah petani yang bekerja bersama anggota keluarganya. Beberapa rumah warga terdampak, bahkan satu unit rumah dilaporkan hanyut terbawa arus.

Meskipun tidak ada korban jiwa, sejumlah rumah tertimbun material longsor dan sebagian masih terendam air. “Beberapa rumah tertimbun longsor dan hingga kini masih ada yang terendam. Kondisi di lokasi juga terkendala sinyal komunikasi,” jelasnya.

Tim BPBD dan aparat kecamatan masih menghadapi kendala untuk masuk ke lokasi. “Akses menuju lokasi terputus dan medan cukup sulit, sehingga tim belum bisa menjangkau seluruh area,” katanya. Sementara itu, warga melakukan evakuasi secara swadaya sambil menunggu bantuan tim gabungan.

Evakuasi dilakukan oleh warga bersama aparat setempat sambil melakukan pemantauan kondisi di lapangan, ujarnya. “Warga masih melakukan evakuasi secara swadaya sambil menunggu tim BPBD dan kecamatan bisa masuk ke lokasi,” ungkapnya.

Keadaan masih dinilai kritis karena keterbatasan sinyal dan akses. Penanganan darurat berlanjut dengan upaya evakuasi dan pemantauan, sementara tim BPBD dan kecamatan menunggu waktu yang tepat untuk masuk ke daerah terdampak.

Peristiwa ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi antara aparat dan warga dalam menghadapi bencana alam di wilayah yang rawan hujan deras.

OKU Selatanbanjir bandangtanah longsorcurah hujan tinggiBPBDevakuasisinyal komunikasi

Komentar

Memuat komentar...