LPDP Wawancara: Kejujuran Lebih Penting daripada Jawaban

Sigit W. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
LPDP Wawancara: Kejujuran Lebih Penting daripada Jawaban

Gambar atau konten salah?

LPDP menempatkan sesi wawancara sebagai titik penting dalam proses seleksi beasiswa. Pada tahap ini, calon tidak hanya diminta menjelaskan rencana studi, tetapi juga harus meyakinkan pewawancara tentang tujuan dan komitmen yang dimiliki.

Alumni LPDP sekaligus lulusan NYU Robert F Wagner Graduate School of Public Service, Rosi Setyo Nugroho, menekankan bahwa pencarian jawaban sempurna bukanlah tujuan utama. “Kejujuran adalah kuncinya,” ujarnya dalam acara MyAmerica MyStory di MyAmerica Jakarta, Gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat pada 12 Juni 2026.

Menurut Rosi, sikap jujur dan autentik menjadi modal utama. Ia menyatakan, “Jika Anda tidak tahu, mengatakan ‘saya tidak tahu’ dengan baik jauh lebih baik,” menegaskan bahwa kejujuran lebih dihargai daripada jawaban yang dibuat-buat.

Contohnya, seorang peserta pernah ditanya tentang rantai pasok global meski latar belakangnya di bidang kesehatan. Rosi mencontohkan bahwa kandidat masih dapat menjelaskan pemahaman yang dimiliki tanpa harus berpura-pura menguasai seluruh persoalan. Ia menegaskan bahwa pewawancara lebih menghargai kemauan belajar daripada jawaban palsu.

Rosi juga menjelaskan bahwa tim pewawancara biasanya sudah membaca esai dan dokumen yang dikirimkan pelamar sebelum sesi. Mereka akan mengevaluasi apakah jawaban yang diberikan konsisten dengan cerita yang sudah ditulis. “Ketika Anda membuat kebohongan, Anda akan membuat kebohongan yang lain,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pewawancara LPDP telah bertemu dengan ratusan bahkan ribuan kandidat, sehingga mampu mengenali jawaban yang tidak konsisten. Selain kejujuran, Rosi menekankan pentingnya menjaga keselarasan antara pengalaman, tujuan studi, dan rencana kontribusi setelah lulus.

Menurutnya, ketertarikan yang benar-benar berasal dari diri sendiri akan terlihat dari cara seseorang berbicara dan menjelaskan gagasannya. Bagi Rosi, wawancara LPDP bukan tentang mencari jawaban paling sempurna, melainkan menemukan kandidat yang jujur, memahami dirinya sendiri, dan memiliki tujuan yang jelas.

Wawancara LPDP menuntut calon untuk bersikap terbuka, mengakui keterbatasan, dan tetap konsisten dengan narasi yang telah disusun. Kejujuran, konsistensi, dan motivasi yang tulus menjadi kriteria utama yang dicari oleh para pewawancara.

LPDPwawancarakejujurankonsistensimotivasiRosi Setyo Nugrohoesai

Komentar

Memuat komentar...