Banjir Medan: Peringatan Zakiyuddin, Wajib Bersih Parit
Gambar atau konten salah?
Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, menyinggung banjir yang terjadi dua tahun berturut‑turut pada 27 November 2024 dan 27 November 2025. Ia menegaskan bahwa pada 07 Juni 2026 masih ada kemungkinan banjir serupa terjadi kembali jika masyarakat tidak bersiap.
“Kita masih mengingat bencana banjir besar di bulan November tahun 2024 dan 2025 lalu. Terjadi di bulan yang sama, bahkan di tanggal yang sama, yaitu 27 November. Di tahun 2026 ini, bukan tidak mungkin hal itu terulang jika kita tidak bersiap dan berbenah dari sekarang.”
Zakiyuddin menyoroti kerusakan lingkungan di daerah hulu yang memicu banjir kiriman. Ia juga menuduh kebiasaan buruk masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan ke parit dan sungai. “Di sini, banjir tidak tahu kapan datangnya. Banyak lingkungan kita dirusak oleh tangan manusia sendiri.”
Ia meminta Camat, Lurah, Keping, hingga Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU) untuk fokus membersihkan parit-parit, menjaga wilayah sungai, dan memangkas dahan pohon yang rawan tumbang. “Mari sama-sama kita jaga kebersihan lingkungan kita, kita jaga parit-parit kita.”
Zakiyuddin mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. “Tolong edukasi ini sampaikan kepada masyarakat supaya tidak lagi membuang sampah sembarangan. Sampai hari ini, setiap malam saya melihat orang-orang masih membuang sampah sembarangan. Tolong Lurah dan Kepling ingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungannya.”
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, Melvi Marlabayana, menjelaskan rangkaian acara yang telah dilakukan untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat kota pada tahun 2026. Ia memulai dengan kampanye pengelolaan sampah dan penanaman bibit pohon sebanyak 1383. Selanjutnya, dilakukan gotong royong di wilayah kerja masing‑masing, dan puncaknya di bantaran Sungai Babura.
“Kita melibatkan 19 ribu peserta dan berhasil mengumpulkan sampah sebanyak 28 ton selama pelaksanaan gotong royong.”
Melvi juga mengumumkan bahwa sepanjang bulan Juni ini, Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan akan melakukan sosialisasi kepada sekolah‑sekolah terkait program Adiwiyata. “Program ini mendorong agar sekolah berperan aktif terhadap pelestarian lingkungan hidup.”
Dengan data yang jelas, kedua pejabat menegaskan pentingnya tindakan preventif. Banjir di Medan tidak lagi menjadi kejadian yang tak terduga, melainkan hasil dari pola perilaku manusia. Upaya bersih‑bersih, penanaman pohon, dan edukasi lingkungan menjadi kunci untuk mengurangi risiko banjir di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gempa 4,5 di Sinabang, Aceh: Tidak Ada Kerusakan
Polisi Tangkap Dua Pelaku Pungutan Liar di Lampung Tengah
Dinas Kesehatan Umum Rilis Data Vaksinasi COVID-19 Di Jakarta
Quiles Kalahkan Almansa di Moto3, Veda Ega Terjerat Penalti
Gubernur Sumut Tindak Video Minta Bantuan Biaya Rumah Sakit
Marc Marquez Siap Memulai MotoGP Hungaria di Balaton
Berita Terbaru
Polisi Lakukan Patroli Lampu Biru di Bypass Ida Bagus Mantra
Badung Education Fair 2026 Gelar Pameran Pendidikan 9–11 Juni
Gempa 4,5 di Sinabang, Aceh: Tidak Ada Kerusakan
Catatan Wali Kelas: Prestasi Ananda di SD, SMP, SMA Mencapai
Indonesia Open 2026: Indonesia tak juara, final runner‑up
Asus Perkenalkan Rangkaian Produk AI Baru di Computex 2026
Bandara Husein Sastranegara Buka Lagi, Whoosh Jadi Pilihan
Madura United Putus Kontrak Miswar Saputra dan Satrio Azhar
Prancis Favorit Juara Piala Dunia 2026, Survei Pakar Ekonomi
