Banjir Medan: Peringatan Zakiyuddin, Wajib Bersih Parit

Yanto K. · 2 min baca · 1 jam lalu · 35 dibaca
Bisik.id
Banjir Medan: Peringatan Zakiyuddin, Wajib Bersih Parit

Gambar atau konten salah?

Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, menyinggung banjir yang terjadi dua tahun berturut‑turut pada 27 November 2024 dan 27 November 2025. Ia menegaskan bahwa pada 07 Juni 2026 masih ada kemungkinan banjir serupa terjadi kembali jika masyarakat tidak bersiap.

Kita masih mengingat bencana banjir besar di bulan November tahun 2024 dan 2025 lalu. Terjadi di bulan yang sama, bahkan di tanggal yang sama, yaitu 27 November. Di tahun 2026 ini, bukan tidak mungkin hal itu terulang jika kita tidak bersiap dan berbenah dari sekarang.

Zakiyuddin menyoroti kerusakan lingkungan di daerah hulu yang memicu banjir kiriman. Ia juga menuduh kebiasaan buruk masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan ke parit dan sungai. “Di sini, banjir tidak tahu kapan datangnya. Banyak lingkungan kita dirusak oleh tangan manusia sendiri.

Ia meminta Camat, Lurah, Keping, hingga Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU) untuk fokus membersihkan parit-parit, menjaga wilayah sungai, dan memangkas dahan pohon yang rawan tumbang. “Mari sama-sama kita jaga kebersihan lingkungan kita, kita jaga parit-parit kita.

Zakiyuddin mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. “Tolong edukasi ini sampaikan kepada masyarakat supaya tidak lagi membuang sampah sembarangan. Sampai hari ini, setiap malam saya melihat orang-orang masih membuang sampah sembarangan. Tolong Lurah dan Kepling ingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungannya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, Melvi Marlabayana, menjelaskan rangkaian acara yang telah dilakukan untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat kota pada tahun 2026. Ia memulai dengan kampanye pengelolaan sampah dan penanaman bibit pohon sebanyak 1383. Selanjutnya, dilakukan gotong royong di wilayah kerja masing‑masing, dan puncaknya di bantaran Sungai Babura.

Kita melibatkan 19 ribu peserta dan berhasil mengumpulkan sampah sebanyak 28 ton selama pelaksanaan gotong royong.

Melvi juga mengumumkan bahwa sepanjang bulan Juni ini, Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan akan melakukan sosialisasi kepada sekolah‑sekolah terkait program Adiwiyata. “Program ini mendorong agar sekolah berperan aktif terhadap pelestarian lingkungan hidup.

Dengan data yang jelas, kedua pejabat menegaskan pentingnya tindakan preventif. Banjir di Medan tidak lagi menjadi kejadian yang tak terduga, melainkan hasil dari pola perilaku manusia. Upaya bersih‑bersih, penanaman pohon, dan edukasi lingkungan menjadi kunci untuk mengurangi risiko banjir di masa depan.

banjir Medansampah sembaranganparitpenanaman pohonKepala Dinas Lingkungan Hidup MedanHari Lingkungan Hidup Seduniaprogram Adiwiyatagotong royong

Komentar

Memuat komentar...