Bandara Husein Sastranegara Buka Lagi, Whoosh Jadi Pilihan
Gambar atau konten salah?
Pemerintah pusat sedang memperkuat rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung.
Rencana tersebut semakin kuat setelah Presiden Prabowo Subianto mengajak optimalisasi sejumlah bandara di Indonesia.
Beragam spekulasi muncul, mulai dari nasib Kertajati di Majalengka hingga peran Whoosh, kereta cepat yang melayani rute Bandung‑Jakarta.
"Ya terkait rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara, itu kan bagaimana pemerintah ingin memberikan berbagai alternatif yang terbaik buat masyarakat maupun wisatawan asing," kata Manager Corporate Communication KCIC, Emir Monti saat dikonfirmasi, Minggu (07 Juni 2026).
Emir memastikan tak ada kekhawatiran akan adanya persaingan antarmoda transportasi terutama yang melayani rute Bandung‑Jakarta. Meskipun diakui Emir, waktu tempuh Jakarta‑Bandung lebih cepat jika menggunakan pesawat.
"Cuma Whoosh ini bukan hanya berbicara soal transportasi dan efisiensi waktu saja, tapi juga bagaimana kereta cepat ini bisa memberikan pengalaman bagi penggunanya. Jadi yang menggunakan Whoosh, juga karena mereka ingin merasakan pengalaman naik kereta cepat pertama di Asia Tenggara," kata Emir.
Pengguna Whoosh juga terus bertumbuh setiap waktu. Di hari biasa, rata-rata pengguna moda transportasi darat ini bisa mencapai belasan ribu. Sementara pada momen libur panjang, rata-rata 20 ribu orang menggunakan Whoosh.
"Ya kami melihat juga segmentasinya berbeda, tidak semua yang dari Bandung ke Jakarta atau sebaliknya mau naik pesawat, tapi lebih memilih Whoosh. Sekarang pengguna Whoosh terus bertumbuh, misalnya kemarin di waktu libur panjang itu sampai 22 ribu pengguna Whoosh sehari," kata Emir.
Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara dan pengembangan kereta cepat Whoosh menandai upaya pemerintah memperluas pilihan transportasi antara Bandung dan Jakarta. Data penggunaan menunjukkan preferensi yang beragam, dengan Whoosh tetap menarik bagi penumpang yang mencari pengalaman baru.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
