Batik Parang dan Kawung Paling Laris di Shopee

Bambang W. · 3 min baca · 2 jam lalu · 30 dibaca
Bisik.id
Batik Parang dan Kawung Paling Laris di Shopee

Gambar atau konten salah?

Setiap tanggal 2 Oktober, Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Momen ini bukan sekadar seremonial. Batik, yang dulu sering dianggap sebagai pakaian tradisional kuno, kini telah berubah wajah. Kain warisan budaya ini sekarang menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.

Para jenama lokal berperan besar dalam transformasi ini. Mereka berani bereksplorasi dengan warna, potongan, dan desain. Hasilnya? Batik terasa lebih dekat dengan anak muda. Menariknya, daya tarik ini tidak berhenti di dalam negeri. Permintaan batik Indonesia mulai meluas ke berbagai negara.

Shopee Indonesia, sebagai salah satu platform belanja online, membagikan data menarik seputar tren batik. Data ini dirilis bertepatan dengan perayaan Hari Batik Nasional. Dua motif batik tercatat sebagai yang paling banyak dicari pengguna Shopee: Batik Parang dan Batik Kawung.

Batik Parang memiliki pola garis diagonal yang menyerupai ombak laut yang tajam. Motif ini termasuk yang tertua. Dulu, batik ini eksklusif untuk kalangan bangsawan. Tampilannya merepresentasikan energi dinamis dan pergerakan yang konstan. Secara spiritual, guratan motif Parang melambangkan perjuangan hidup yang pantang menyerah, keteguhan hati, dan kearifan yang tak pernah putus.

Batik Kawung hadir dengan pola geometris. Empat lingkaran saling berpotongan mengitari satu lingkaran di pusat. Bentuknya teratur, bersih, dan seimbang. Keunikannya merepresentasikan irisan buah kawung atau buah aren yang simetris. Filosofisnya, motif ini menyimpan makna kesucian dan ketulusan hati.

Bukan hanya motif, keragaman batik Indonesia juga terlihat dari asal daerah penjualnya. Data internal Shopee menunjukkan tiga provinsi dengan jumlah penjual batik terbanyak: Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Mereka menyuplai dan mendistribusikan produk batik melalui platform tersebut.

Sementara itu, untuk pasar ekspor, Malaysia dan Thailand tercatat sebagai destinasi teratas. Kedua negara ini menjadi tujuan ekspor batik terbanyak dalam Program Ekspor Shopee.

Di balik meluasnya ketertarikan terhadap batik Indonesia, ada cerita para pelaku usaha lokal. Mereka terus mengembangkan dan memperkenalkan karya ke konsumen, baik di dalam maupun luar negeri. Salah satu yang berhasil menembus pasar internasional adalah Nona Rara.

Berdiri sejak 2011, Nona Rara mengusung konsep batik dengan sentuhan twist. Potongan dan desainnya lebih modern. "Nona Rara memiliki misi kuat untuk mengubah persepsi publik agar batik dapat dikenakan sehari-hari, bukan sekadar busana formal," kata Brand Manager Nona Rara, Adisfia Nur Henrista, pada Kamis, 02 Oktober 2026.

Nona Rara memanfaatkan ekosistem Shopee. Beragam fitur di platform itu digunakan untuk mendorong ekspansi produk batik ke pasar lokal dan global. Ekspansi global Nona Rara semakin kuat setelah bergabung dalam Program Ekspor Shopee dan Shopee FLEXI. Program ini membantu mereka menjangkau pasar luar negeri, seperti Malaysia dan Filipina.

"Melalui Shopee, Nona Rara lebih mudah mempromosikan batik Indonesia dan terhubung dengan konsumen dari berbagai daerah. Tak hanya itu, dengan mengikuti Program Ekspor Shopee dan Program Ekspor Shopee FLEXI, batik karya Nona Rara lebih mudah dipromosikan ke pasar global," tutupnya.

Sejalan dengan perayaan Hari Batik Nasional, Shopee mendorong semangat pengguna untuk berbatik dan berkain. Mereka menghadirkan lebih banyak produk lokal berkualitas melalui Shopee Festival Batik Nusantara. Acara ini berlangsung dari 25 September hingga 02 Oktober 2026. Konsumen bisa menikmati lebih dari 100 pilihan batik dengan harga mulai dari Rp50 ribu, serta diskon hingga 50 persen.

Batik bukan lagi sekadar kain yang dipakai saat acara formal. Motif seperti Parang dan Kawung kini menjadi pilihan sehari-hari. Ekspor ke Malaysia dan Thailand menunjukkan bahwa batik Indonesia mulai diterima di pasar global. Para pengusaha lokal seperti Nona Rara menjadi motor penggerak perubahan ini, membuktikan bahwa batik bisa relevan di era modern tanpa kehilangan makna budayanya.

Hari Batik NasionalBatik ParangBatik KawungEkspor BatikNona RaraShopee IndonesiaMotif Batik

Komentar

Memuat komentar...