Pasar Modal Himpun Dana Rp 169,5 Triliun hingga September 2026

Sigit W. · 2 min baca · 47 menit lalu · 15 dibaca
Bisik.id
Pasar Modal Himpun Dana Rp 169,5 Triliun hingga September 2026

Gambar atau konten salah?

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan total dana yang berhasil dihimpun dari pasar modal mencapai Rp 169,5 triliun. Dana tersebut terkumpul dari 148 emisi yang berlangsung sepanjang periode Januari hingga September 2026. Angka ini menjadi bukti bahwa pasar modal masih diandalkan perusahaan sebagai sumber pembiayaan.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengungkapkan masih ada sejumlah perusahaan yang tengah mengantre untuk melaksanakan penawaran umum. Total nilai emisi dari antrean tersebut mencapai Rp 27,61 triliun. "Di dalam pipeline, di tempat kami (OJK) dan di tempat Pak Jeffrey (Direktur Utama Bursa Efek Indonesia) di Bursa, masih ada permintaan untuk fundraising sebesar Rp 27,61 triliun," ujar Hasan dalam sambutannya di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (2 Oktober 2026).

Dari sisi permintaan, minat investasi di pasar modal dinilai tetap kuat meskipun sepanjang tahun ini pasar dihadapkan pada berbagai dinamika dan tekanan. Hal ini tercermin dari pertumbuhan jumlah investor ritel domestik yang signifikan. Setelah menembus angka 20 juta investor pada akhir tahun lalu, kini jumlah investor pasar modal telah mencapai 32,17 juta Single Investor Identification (SID). Artinya, terjadi penambahan lebih dari 12 juta investor hanya dalam kurun waktu satu tahun.

"Kenaikan yang sangat impresif, dalam setahun naik lebih dari 12 juta dan ini belum sampai ke akhir tahun atau sampai saat ini sudah naik di angka 57,96 persen," jelasnya. Pertumbuhan ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal Indonesia terus menguat.

Sementara itu, di sektor keuangan derivatif, OJK mencatat sebanyak 113 pihak telah memperoleh persetujuan prinsip. Volume transaksi di sektor ini tercatat mencapai 379.443 lot sepanjang tahun berjalan. Angka ini menunjukkan aktivitas perdagangan derivatif masih berjalan normal dan diminati pelaku pasar.

Untuk bursa karbon, sebanyak 160 pengguna jasa telah terdaftar. Volume transaksinya mencapai 1,98 juta ton CO2 ekuivalen dengan akumulasi nilai transaksi sebesar Rp 93,97 miliar. "Kami juga menyediakan sarana di sektor keuangan derivatif dan juga Bursa Karbon yang juga tercatat terjaga dengan baik aktivitasnya di tahun ini," pungkas Hasan.

Kinerja ini menegaskan bahwa instrumen keuangan di Indonesia, baik pasar modal konvensional, derivatif, maupun bursa karbon, masih menarik minat investor. Dengan pipeline yang masih ada, potensi pertumbuhan pasar modal hingga akhir tahun diprediksi akan terus berlanjut, didukung oleh jumlah investor ritel yang kian bertambah banyak.

pasar modalOJKpenawaran umuminvestor riteldana emisi

Komentar

Memuat komentar...