Beban Lansia di China Kini Melebihi Biaya Anak

Wahyu T. · 2 min baca · 1 jam lalu · 13 dibaca
Bisik.id
Beban Lansia di China Kini Melebihi Biaya Anak

Gambar atau konten salah?

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, keluarga-keluarga di China kini lebih banyak menanggung biaya hidup orang lanjut usia dibandingkan anak-anak. Data resmi dari Biro Statistik Nasional China menunjukkan bahwa rasio penduduk lanjut usia yang bergantung pada penduduk usia produktif mencapai 23 persen pada tahun lalu. Angka ini sedikit di atas rasio ketergantungan anak-anak yang berada di angka 22 persen.

Pemerintah China menduga pergeseran ini menjadi salah satu penyebab menurunnya jumlah angkatan kerja. Kondisi demografis seperti ini jelas akan berdampak pada perekonomian dalam negeri, dan pada akhirnya juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi global secara lebih luas.

Saat ini, terdapat lebih dari 223 juta penduduk China yang berusia 65 tahun ke atas. Jumlah itu hampir 16 persen dari total populasi negara tersebut. Sebagai perbandingan, jumlah anak-anak berusia 14 tahun ke bawah hanya sekitar 213 juta jiwa. Artinya, untuk pertama kalinya populasi lansia melampaui populasi anak-anak.

Selama beberapa tahun terakhir, China sebenarnya sudah bersiap menghadapi kenyataan bahwa proporsi penduduk lanjut usia akan terus membesar. Pemerintah gencar mendorong generasi muda untuk menikah dan memiliki lebih banyak anak. Namun, hasilnya belum terlihat signifikan.

Mu Zheng, dosen sosiologi di National University of Singapore, mengatakan bahwa situasi ini bisa menjadi tantangan serius bagi ambisi China. Pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat terancam terhambat jika tidak ada cukup banyak tenaga kerja muda yang produktif.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan populasi China menua dengan cepat. Urbanisasi yang masif menjadi salah satunya. Namun, faktor yang paling sering disebut adalah kebijakan satu anak yang kontroversial. Kebijakan ini diterapkan dari tahun 1980 hingga akhir 2015.

Saat itu, strategi tersebut dirancang untuk mengendalikan ledakan jumlah penduduk. Pemerintah mengklaim kebijakan ini berhasil mencegah sekitar 400 juta kelahiran sejak pertama kali diberlakukan. Meskipun demikian, angka ini sempat diperdebatkan oleh berbagai pihak.

Akibat dari kebijakan satu anak itulah yang sekarang mulai terasa. Jumlah penduduk terus menurun. Generasi muda yang tersisa semakin sedikit untuk menopang jumlah kerabat lanjut usia yang justru terus bertambah setiap tahunnya.

China kini menghadapi dilema kependudukan yang unik. Di satu sisi, populasi lansia terus membesar dan membutuhkan biaya perawatan serta tunjangan pensiun. Di sisi lain, jumlah pekerja produktif menyusut, sehingga kemampuan negara untuk mendanai kebutuhan lansia pun ikut terbatas.

biaya hidup lansiarasio ketergantunganpopulasi menuakebijakan satu anaktenaga kerja produktifpertumbuhan ekonomi

Komentar

Memuat komentar...