BELI Catat Pendapatan Rp14,8 Triliun, Naik 55% di Semester I 2026
Gambar atau konten salah?
Jakarta – PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) melaporkan hasil keuangan yang membaik pada paruh pertama tahun 2026. Pendapatan neto konsolidasian perusahaan mencapai Rp 14,8 triliun, naik 55% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Ronald Winardi, Chief Financial Officer BELI, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari berbagai upaya perbaikan yang dilakukan perusahaan sepanjang enam bulan pertama tahun ini. Menurutnya, meskipun kondisi pasar masih cukup berat, ada tren perbaikan yang stabil pada kinerja keuangan mereka.
"Terlepas dari kondisi pasar yang masih cukup menantang, secara keseluruhan kami melihat perbaikan yang konsisten pada kinerja keuangan kami sepanjang semester pertama 2026. Perbaikan ini terutama didorong oleh peningkatan take rate dan margin, disertai dengan pengelolaan biaya yang lebih efisien sehingga dapat mendorong perbaikan kinerja EBITDA kami," ujarnya dalam acara Paparan Publik Tahunan 2026 yang digelar secara daring pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Ronald juga memaparkan bahwa total processing value (TPV) yang dihasilkan BELI pada periode tersebut menunjukkan pertumbuhan positif. TPV tercatat sebesar Rp 45,1 triliun, meningkat 12% dibandingkan Rp 40,2 triliun pada semester pertama tahun lalu.
"Kalau kita mulai dari total processing value atau yang biasa disebut TPV, pada semester pertama 2026 kami mencatatkan TPV sebesar Rp 45,1 triliun, tumbuh 12% year-on-year dari Rp 40,2 triliun pada periode yang sama tahun lalu," ungkap Ronald.
Pertumbuhan ini terlihat di beberapa segmen usaha, termasuk ritel 1P (First-Party Retail) dan ritel 3P (Third-Party Retail). Namun demikian, segmen ritel 3P masih menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 58% terhadap total TPV.
"Segmen ritel 1P, institusi, dan toko fisik semuanya tumbuh baik secara absolut maupun percentage contribution terhadap total TPV. Sementara itu, segmen ritel 3P masih menjadi kontributor terbesar dengan porsi 58%," jelasnya.
Di dalam segmen ritel 3P, kategori lifestyle mendominasi dengan kontribusi sekitar 69% pada semester pertama 2026. Ronald menjelaskan bahwa hal ini didorong oleh bisnis OTA (Online Travel Agent) yang dijalankan melalui tiket.com.
"Untuk segmen ritel 3P, kategori lifestyle juga menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 69% pada semester pertama 2026. Ini terutama didorong oleh OTA bisnis kami melalui tiket.com," jelasnya.
Selain kategori lifestyle, pertumbuhan penjualan consumer electronics juga ikut mendorong pendapatan neto konsolidasian BELI. Kenaikan penjualan smartphone menjadi faktor utama di segmen ini.
Kombinasi pertumbuhan dari kedua kategori tersebut membuat BELI berhasil membukukan pendapatan neto konsolidasian sebesar Rp 14,8 triliun. Ronald menambahkan bahwa seluruh segmen usaha memberikan kontribusi yang semakin baik, termasuk penjualan produk olahraga dan layanan OTA (Online Travel Agent) melalui tiket.com.
"Pendapatan neto konsolidasian kami tumbuh 55% year-on-year menjadi Rp 14,8 triliun pada semester pertama 2026. Pertumbuhan ini didukung oleh kontribusi yang semakin baik dari seluruh segmen, terutama consumer electronics dan lifestyle dengan penjualan smartphone dan sport product yang lebih tinggi serta peningkatan kontribusi dari usaha OTA. Institusi dan jaringan toko fisik juga terus bertumbuh dan berkontribusi positif," tutupnya.
Kategori lifestyle menjadi pendorong utama segmen ritel 3P dengan kontribusi sekitar 69% pada semester pertama 2026. Hal ini terutama berasal dari bisnis OTA melalui tiket.com. Sementara itu, kategori consumer electronics juga turut mendorong pertumbuhan pendapatan neto, didukung oleh meningkatnya penjualan smartphone.
Secara keseluruhan, kombinasi pertumbuhan dari segmen consumer electronics dan lifestyle, ditambah kontribusi dari penjualan produk olahraga serta usaha OTA, membuat BELI berhasil mencatatkan pendapatan neto konsolidasian sebesar Rp 14,8 triliun. Institusi dan jaringan toko fisik juga terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi perusahaan.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa BELI mampu bertahan dan tumbuh di tengah tantangan pasar. Fokus pada efisiensi biaya dan penguatan segmen yang memberikan kontribusi terbesar menjadi strategi utama perusahaan dalam menjaga momentum pertumbuhan ke depannya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil: Stok BBM Nasional Aman, Distribusi di Bali yang Terkendala
PLN Ganti Dirut, Suroso Isnandar Gantikan Darmawan Prasodjo
Danantara Minta Maaf ke Pelanggan PLN Batam atas Gangguan Listrik
PLN Tunjuk Suroso Isnandar Jadi Dirut Gantikan Darmawan
BEI Rilis 19 Saham Baru Masuk Kategori HSC
BUMI Bungkam Isu Beli Tambang Kideco US$1 Miliar
Berita Terbaru
Bahlil: Stok BBM Nasional Aman, Distribusi di Bali yang Terkendala
PLN Ganti Dirut, Suroso Isnandar Gantikan Darmawan Prasodjo
Danantara Minta Maaf ke Pelanggan PLN Batam atas Gangguan Listrik
PLN Tunjuk Suroso Isnandar Jadi Dirut Gantikan Darmawan
BEI Rilis 19 Saham Baru Masuk Kategori HSC
BUMI Bungkam Isu Beli Tambang Kideco US$1 Miliar
