BEI Rilis 19 Saham Baru Masuk Kategori HSC

Dewi M. · 4 min baca · 1 jam lalu · 30 dibaca
Bisik.id
BEI Rilis 19 Saham Baru Masuk Kategori HSC

Gambar atau konten salah?

Bursa Efek Indonesia (BEI) baru saja mengumumkan daftar terbaru perusahaan publik yang sahamnya dikuasai oleh sedikit pemilik. Istilahnya, high shareholding concentration atau HSC. Ada 19 saham baru yang masuk dalam kategori ini.

Penetapan ini didasarkan pada metodologi tertentu. Metodologi itu melihat struktur kepemilikan saham, baik yang berbentuk warkat maupun tanpa warkat, hingga tanggal 1 Oktober 2026. Salah satu contohnya adalah PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS). Tingkat konsentrasi kepemilikan saham perusahaan itu mencapai 95,79% dari total saham yang ada.

Contoh lainnya, PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA). Angka HSC-nya tercatat 96,68%. Lalu ada PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND) dengan tingkat konsentrasi yang sangat tinggi, yaitu 99,86%.

Sekarang, total emiten yang masuk dalam daftar HSC berjumlah 80 perusahaan. Tapi, BEI menegaskan bahwa masuk dalam kategori ini bukan berarti melanggar hukum. Bukan berarti perusahaan-perusahaan itu melakukan pelanggaran terhadap peraturan pasar modal.

"Pengumuman ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku di bidang Pasar Modal," tulis Yulianto Aji Sadono, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, dalam pengumuman yang dikutip pada Selasa, 13 Oktober 2026.

BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) ternyata sudah memperketat cara menghitung HSC. Mereka memperluas cakupan saham yang ditinjau. Sebelumnya, metodologi HSC menggunakan price impact ratio untuk saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 10 triliun.

Sekarang, aturannya berubah. Cakupan reviu diperluas. Price impact ratio sekarang berlaku untuk saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 5 triliun. Perubahan ini memungkinkan pengawasan terhadap konsentrasi kepemilikan dilakukan pada lebih banyak saham.

Langkah ini diharapkan bisa memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang kondisi kepemilikan saham di Indonesia. Berikut adalah daftar lengkap 80 saham yang masuk kategori HSC hingga 13 Oktober 2026:

  1. PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO)
  2. PT DCI Indonesia Tbk (DCII)
  3. PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI)
  4. PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN)
  5. PT Golden Flower Tbk (POLU)
  6. PT Soho Global Health Tbk (SOHO)
  7. PT Bank Permata Tbk (BNLI)
  8. PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI)
  9. PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK)
  10. PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY)
  11. PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN)
  12. PT FAP Agri Tbk (FAPA)
  13. PT Ifishdeco Tbk (IFSH)
  14. PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR)
  15. PT Multipolar Technology Tbk (MLPT)
  16. PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT)
  17. PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS)
  18. PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE)
  19. PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII)
  20. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI)
  21. PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL)
  22. PT Bayan Resources Tbk (BYAN)
  23. PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING)
  24. PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS)
  25. PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET)
  26. PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE)
  27. PT Samator Indo Gas Tbk (AGII)
  28. PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII)
  29. PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG)
  30. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
  31. PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ)
  32. PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI)
  33. PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO)
  34. PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM)
  35. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)
  36. PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA)
  37. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
  38. PT Bank Mega Tbk (MEGA)
  39. PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA)
  40. PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO)
  41. PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI)
  42. PT Hotel Fitra International Tbk (FITT)
  43. PT Siantar Top Tbk (STTP)
  44. PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA)
  45. PT Kota Satu Properti Tbk (SATU)
  46. PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI)
  47. PT Global Digital Niaga Tbk (BELI)
  48. PT Mahkota Group Tbk (MGRO)
  49. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
  50. PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI)
  51. PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP)
  52. PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR)
  53. PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA)
  54. PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP)
  55. PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA)
  56. PT Intermedia Capital Tbk (MDIA)
  57. PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR)
  58. PT Steady Safe Tbk (SAFE)
  59. PT Charnic Capital Tbk (NICK)
  60. PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA)
  61. PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE)
  62. PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO)
  63. PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD)
  64. PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB)
  65. PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT)
  66. PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA)
  67. PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk (BMAS)
  68. PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL)
  69. PT Akasha Wira International Tbk (ADES)
  70. PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME)
  71. PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD)
  72. PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP)
  73. PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI)
  74. PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP)
  75. PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT)
  76. PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI)
  77. PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA)
  78. PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY)
  79. PT Temas Tbk (TMAS)
  80. PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND)

Daftar ini menunjukkan bahwa masih banyak perusahaan publik di Indonesia yang sahamnya tidak tersebar luas. Kepemilikan terkonsentrasi pada segelintir pihak. BEI sendiri sudah mengambil langkah untuk memperketat pengawasan dengan menurunkan batas kapitalisasi pasar yang dipantau. Tapi, perlu diingat lagi, status HSC ini bukan berarti ada pelanggaran. Ini lebih kepada transparansi. BEI ingin investor tahu siapa yang sebenarnya mengendalikan saham-saham tersebut.

konsentrasi kepemilikan sahambursa efek indonesiahigh shareholding concentrationemitenpengawasan pasar modalkapitalisasi pasartransparansi kepemilikan

Komentar

Memuat komentar...