Binaragawan 20 Tahun Meninggal Akibat Dinitrofenol Kembali
Gambar atau konten salah?
20 tahun Binaragawan yang sedang menempuh pendidikan di politeknik, meninggal pada 22 Desember 2024 setelah mengalami gejala jantung berdebar dan kesulitan bernapas. Ia sempat dirawat di rumah sakit sebelum akhirnya tidak dapat diselamatkan.
Setelah memakan fat burner, korban dilarikan dari Rumah Sakit Mount Elizabeth ke Rumah Sakit Tan Tock Seng di Singapura. Pada hari yang sama, ia meninggal. Pemeriksaan medis menegaskan bahwa kematian disebabkan oleh dinitrofenol, zat yang terdaftar di Undang‑Undang Racun dan dilarang karena risiko toksisitasnya.
Korban dikenal sebagai binaragawan yang kesulitan menurunkan berat badan. Ia juga menjalani perawatan kulit dan mengonsumsi obat dari berbagai klinik. Salah satu klinik pernah memberinya obat penurun berat badan, namun obat tersebut tidak berhubungan dengan dinitrofenol yang ditemukan dalam darahnya.
Inspektur Polisi Ahmad Abdillah menyatakan tidak ada indikasi tindak kejahatan dalam kasus ini. Ia mengatakan, “Ia ingin membentuk tubuhnya dan menurunkan berat badan,” beber Ahmad Abdillah. Keterangan saksi juga menguatkan niat korban untuk menurunkan berat badan.
Di rumah korban ditemukan sejumlah obat dan zat, namun tidak ada yang terkait dengan dinitrofenol. Totalnya terdapat 34 zat atau produk medis yang disita dari kamar tidur dan dapur korban. Sebagian di antaranya adalah suplemen yang dibeli orang tua untuk mendukung aktivitas binaraga.
Persidangan atas kematian ini ditunda sambil menunggu penyelidikan dan pemeriksaan lanjutan, termasuk menelusuri obat‑obatan yang dibeli oleh orang tua korban. Penyelidikan masih berlangsung, dan belum ada bukti pelanggaran hukum.
Kasus ini menyoroti risiko penggunaan zat penurun berat badan yang tidak terkontrol. Meskipun korban berusaha menurunkan berat badan, penggunaan dinitrofenol mengakibatkan kematian tragis. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan keamanan produk yang beredar di pasar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
