Blok M Akan Sepuluh Kali Lebih Besar

Tika M. · 3 min baca · 1 jam lalu · 12 dibaca
Bisik.id
Blok M Akan Sepuluh Kali Lebih Besar

Gambar atau konten salah?

Blok M, kawasan ikonik di Jakarta Selatan, bersiap untuk perubahan besar. PT MRT Jakarta (Perseroda) memiliki rencana ambisius: memperluas kawasan ini hingga sepuluh kali lipat dari ukuran yang ada sekarang. Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat, mengungkapkan bahwa transformasi ini akan berlangsung secara bertahap.

Lima perubahan utama sudah direncanakan. Pertama, Terminal Blok M akan direvitalisasi. Tujuannya? Membuatnya lebih modern dan terintegrasi dengan moda transportasi lain. Kedua, MRT Jakarta akan membangun kawasan mixed-use. Kawasan ini dirancang agar mudah diakses, inklusif, dan dinamis.

Perubahan ketiga berfokus pada aksesibilitas dan integrasi. Blok M nantinya akan lebih terhubung. Bukan hanya antar moda transportasi, tetapi juga antar fungsi bagi pejalan kaki. Keempat, akan ada destinasi komersial baru. Tuhiyat menjelaskan, "Dan yang keempat transformasi dalam bentuk destinasi komersial yang baru. Dimana nanti akan ada berbagai detail, F&B, lifestyle dan ruang publik dalam satu kawasan."

Kelima, ruang terbuka publik akan diperluas. Targetnya, luas ruang terbuka publik menjadi lima kali lipat dari kondisi saat ini. "Ruang terbuka publik setelah nanti dibangun akan menjadi lima kali lebih besar dari yang ada. Dari sisi kawasannya secara total 10 kali lebih besar dari yang ada," jelas Tuhiyat.

Proyek ini akan dikerjakan secara bertahap. Terminal, kawasan ritel, dan podium ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada tahun 2029. Sementara itu, pembangunan kawasan mixed-use akan diselesaikan secara bertahap pada tahun-tahun berikutnya.

Usia bangunan Blok M yang sudah mencapai 34 tahun menjadi pertimbangan penting. MRT Jakarta ingin memastikan keamanan dan keselamatan struktur bangunan. Ini penting mengingat tingginya aktivitas di kawasan tersebut. "Kami ingin memastikan keselamatan dan keamanan struktur dari bangunan ini. Namun di sisi lain Pak Gubernur, ada 334 tenant aktif saat ini dan lebih dari 25 ribu pengunjung setiap hari di Blok M Hub ini," kata Tuhiyat.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan pandangannya. Ia berharap transformasi ini tidak menghilangkan karakter khas Blok M. Selama ini, Blok M dikenal sebagai pusat aktivitas anak muda Jakarta. "Yang pertama, apakah wajah Blok M berubah atau tidak? Apakah Blok M tetap menjadi anak-anak muda Jakarta dari manapun? Sekarang ini selalu bahan ceritanya adalah tentang Blok M. Dan selalu ada yang viral baru dari mana? Blok M. Makanan apapun itu Blok M," kata Pramono.

Menurut Pramono, pembangunan akan membuat Blok M lebih modern, tertata, dan rapi. Namun, ia menekankan bahwa perubahan tidak boleh menghilangkan identitas dan semangat yang selama ini menjadi daya tarik kawasan tersebut. Ia juga menyoroti rencana perluasan kawasan hingga sepuluh kali lipat dan ruang publik sekitar lima kali lipat.

Transformasi Blok M akan berjalan beriringan dengan pengembangan jaringan transportasi publik di Jakarta. Pramono menargetkan pada tahun 2029 sejumlah proyek transportasi dan penataan kawasan Jakarta telah rampung. "Apalagi nantinya di tahun 2029, MRT dari utara-selatan sudah selesai. LRT dari Kelapa Gading sampai dengan Dukuh Atas sudah selesai. Pedestrian deck di Dukuh Atas sudah selesai. Extended concourse di Bundaran HI sudah selesai. Taman Semanggi yang sekarang kita rapikan juga sudah selesai," tutup Pramono.

Blok M akan berubah. Perubahannya besar, bahkan sangat besar. Tapi ada satu hal yang ingin dipertahankan: jiwa mudanya. Pemerintah dan MRT Jakarta sadar, Blok M bukan sekadar terminal atau pusat perbelanjaan. Tempat ini adalah ikon, tempat nongkrong, dan laboratorium tren anak muda. Menjaganya tetap hidup, di tengah beton dan kaca yang menjulang, adalah tantangan tersendiri.

Revitalisasi Blok MMRT JakartaKawasan Mixed-UseIntegrasi TransportasiRuang Terbuka PublikAnak Muda Jakarta

Komentar

Memuat komentar...