BookCabin Hadirkan Fitur Pesan Tiket Pesawat dengan Fasilitas Stretcher
Gambar atau konten salah?
Jakarta — Setiap perjalanan punya kebutuhan yang berbeda-beda. Ada kalanya, orang tidak cukup hanya memesan tiket pesawat. Butuh persiapan ekstra dan layanan tambahan supaya perjalanan berjalan lancar, terutama saat ada kondisi medis tertentu yang menyertainya.
BookCabin mencoba menjawab kebutuhan itu. Lewat aplikasinya, perusahaan ini menambahkan fitur pemesanan tiket pesawat dengan fasilitas stretcher. Tujuannya sederhana: mempermudah keluarga atau pendamping pasien yang harus mengurus perjalanan udara dalam situasi yang tidak mudah.
Dengan proses yang kini bisa dilakukan secara digital, mereka tidak perlu lagi melewati prosedur panjang hanya untuk memulai perjalanan. Semua bisa diurus dari satu tempat.
Perjalanan dengan kondisi medis tertentu memang membutuhkan persiapan yang berbeda. Fasilitas stretcher menjadi salah satu kebutuhan penting bagi pasien yang tetap harus terbang. Melalui fitur ini, pelanggan bisa mencari dan memesan penerbangan yang menyediakan fasilitas tersebut langsung dari aplikasi BookCabin.
Namun, tidak semua pengajuan langsung disetujui. Setiap permintaan tetap melalui proses persetujuan medis berdasarkan dokumen dan informasi kesehatan yang diperlukan. Ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan memastikan layanan yang diberikan sesuai dengan kondisi pasien. Dengan begitu, kebutuhan pasien sudah diperhatikan sejak sebelum perjalanan dimulai.
Selain stretcher, ada beberapa layanan pendukung lain yang bisa dipilih sesuai kebutuhan. Misalnya oksigen medis, layanan ambulift, atau kursi roda pada penerbangan tertentu. Pelanggan bisa melengkapi semua itu dalam satu proses pemesanan di aplikasi.
Mulai dari memilih penerbangan, mengisi informasi yang dibutuhkan, hingga menyiapkan layanan tambahan untuk mendukung pasien selama perjalanan. Semua langkah itu bisa dilakukan dari satu tempat.
Felix Kurniawan, Managing Director BookCabin, mengatakan bahwa perjalanan dalam kondisi medis tertentu bukan hal yang sederhana bagi pasien maupun keluarga. "Karena itu, kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih mudah dan memberikan ketenangan sejak proses pemesanan dimulai," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis 15 Oktober 2026.
Ia menambahkan, pihaknya berharap fitur ini bisa membantu keluarga mempersiapkan perjalanan dengan lebih nyaman, terutama ketika perjalanan tersebut membutuhkan perhatian dan persiapan khusus.
Fitur ini menjadi bagian dari upaya BookCabin untuk terus mengembangkan layanan yang menjawab kebutuhan perjalanan pelanggan yang semakin beragam. Ke depan, perusahaan berencana memperkuat transformasi digital lewat pengembangan fitur dan teknologi yang lebih inovatif, sekaligus meningkatkan kualitas layanan.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen BookCabin untuk membangun ekosistem perjalanan digital yang terintegrasi dan adaptif. Tujuannya, memberikan nilai tambah bagi masyarakat dalam setiap perjalanan yang mereka lakukan.
Perlu dicatat, layanan ini tidak berdiri sendiri. Proses persetujuan medis tetap menjadi bagian penting dari alur pemesanan. Artinya, dokumen kesehatan yang lengkap dan akurat tetap diperlukan. Ini bukan sekadar fitur tambahan, melainkan upaya untuk memastikan keselamatan pasien selama di perjalanan.
Felix Kurniawan, Managing Director BookCabin, menyampaikan bahwa perjalanan dalam kondisi medis tertentu bukan hal yang sederhana bagi pasien maupun keluarga. Ia berharap fitur ini bisa memberikan ketenangan sejak proses pemesanan dimulai. "Kami memahami bahwa melakukan perjalanan dalam kondisi medis tertentu bukanlah hal yang sederhana bagi pasien maupun keluarga. Karena itu, kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih mudah dan memberikan ketenangan sejak proses pemesanan dimulai," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis 15 Oktober 2026.
"Melalui kehadiran fitur ini, kami berharap BookCabin dapat membantu keluarga mempersiapkan perjalanan dengan lebih nyaman, terutama ketika perjalanan tersebut membutuhkan perhatian dan persiapan khusus," sambung Felix Kurniawan, Managing Director BookCabin.
Ke depan, BookCabin berencana terus memperkuat transformasi digital lewat pengembangan fitur dan teknologi yang lebih inovatif, sekaligus meningkatkan kualitas layanan. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan ekosistem perjalanan digital yang terintegrasi dan memberi nilai tambah bagi masyarakat.
Fitur stretcher ini bukanlah terobosan besar, melainkan langkah praktis yang menjawab kebutuhan nyata. Bagi keluarga pasien yang harus mengurus banyak hal, kemudahan memesan layanan medis pendukung dalam satu aplikasi bisa mengurangi beban administrasi yang biasanya rumit. BookCabin berencana terus menambah fitur dan teknologi untuk memperkuat layanan digitalnya, seiring dengan meningkatnya kebutuhan perjalanan yang semakin beragam.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Subsidi Elpiji Tembus Rp100 Triliun Akibat ICP Naik
Pertamina Minta Warga Tak Timbun BBM Bersubsidi di Bali
Pertamina Tambah Pasokan BBM di Bali, SPBU 24 Jam
BEI Tetapkan 19 Saham Baru dalam Kategori HSC
MSCI Putuskan Tinjauan Indeks November 2026, Indonesia Masih Emerging Market
IHSG Menguat 0,29% ke 5.943, BBCA Topang Kenaikan
Berita Terbaru
Subsidi Elpiji Tembus Rp100 Triliun Akibat ICP Naik
Pertamina Minta Warga Tak Timbun BBM Bersubsidi di Bali
Pertamina Tambah Pasokan BBM di Bali, SPBU 24 Jam
BEI Tetapkan 19 Saham Baru dalam Kategori HSC
MSCI Putuskan Tinjauan Indeks November 2026, Indonesia Masih Emerging Market
IHSG Menguat 0,29% ke 5.943, BBCA Topang Kenaikan
