MSCI Putuskan Tinjauan Indeks November 2026, Indonesia Masih Emerging Market
Gambar atau konten salah?
Jakarta — MSCI, lembaga penyedia indeks pasar saham global, akan mengumumkan hasil tinjauan berkala indeksnya. Pengumuman ini mencakup status pasar saham berbagai negara, termasuk Indonesia. Pada tinjauan sebelumnya, MSCI mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market atau pasar berkembang.
Negara-negara yang masuk dalam kategori Emerging Market antara lain Brasil, Cile, China, Kolombia, Republik Ceko, Mesir, Yunani, Hungaria, India, Indonesia, Korea Selatan, Kuwait, Malaysia, Meksiko, Peru, Filipina, Polandia, Qatar, Arab Saudi, Afrika Selatan, Taiwan, Thailand, Turki, dan Uni Emirat Arab.
Kapan hasil tinjauan ini akan diumumkan? Berdasarkan pengumuman terbaru, MSCI akan melakukan tinjauan ulang pada November 2026. Tinjauan tersebut mencakup tujuh indeks yang dikelola MSCI, yaitu MSCI ACWI, MSCI World, MSCI USA, MSCI EMU, MSCI Europe, MSCI Japan, dan MSCI Emerging Markets Climate Paris Aligned PAB.
Menjelang peninjauan tersebut, MSCI juga telah memperbarui simulasi indeks setelah melalui proses konsultasi terkait MSCI Climate Paris Aligned PAB Indexes. Pembaruan ini menggambarkan rencana final penerapan penyempurnaan metodologi yang sebelumnya telah diumumkan.
Simulasi tersebut menunjukkan peralihan dari metodologi indeks yang berlaku saat ini menuju metodologi baru, berdasarkan hasil Index Review terakhir untuk masing-masing indeks. Data terbaru ini menggantikan simulasi sebelumnya yang memakai data hingga akhir Maret 2026. Perlu dicatat, simulasi ini hanya bersifat ilustrasi.
"Sebagai pengingat, penyempurnaan metodologi tersebut akan diterapkan dalam peninjauan indeks November 2026," tulis pengumuman MSCI, dikutip Rabu (14 Oktober 2026).
Pada pengumuman hasil peninjauan indeks Agustus 2026, MSCI mempertahankan status pasar modal Indonesia pada kategori Emerging Market. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil Tinjauan Tahunan Negara 2026 atau 2026 Annual Country Review.
Dalam pengumuman tersebut, penyedia indeks global itu menyatakan tidak ada perubahan daftar negara dalam MSCI Frontier Emerging Markets Index. Indonesia sendiri tetap berada dalam kategori Emerging Market.
"MSCI telah melakukan Tinjauan Tahunan Negara 2026 untuk Indeks MSCI Frontier Emerging Markets. Tidak akan ada perubahan pada daftar Emerging Markets yang saat ini tercakup dalam Indeks MSCI Frontier Emerging Markets sebagai hasil dari tinjauan ini," tulis pengumuman MSCI, Kamis (13 Agustus 2026).
Bagi pelaku pasar, posisi Indonesia di kategori Emerging Market menjadi perhatian karena memengaruhi aliran dana asing. Status ini menentukan bagaimana dana internasional mengalokasikan investasi mereka ke pasar saham Indonesia. Jika suatu saat status ini diturunkan, investor global yang mengikuti acuan indeks MSCI bisa menyesuaikan portofolio mereka. Sebaliknya, selama Indonesia tetap berada di kategori ini, peluang masuknya dana asing ke pasar modal domestik masih terbuka lebar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BEI Tetapkan 19 Saham Baru dalam Kategori HSC
IHSG Menguat 0,29% ke 5.943, BBCA Topang Kenaikan
IHSG Jeblok ke Bawah 6.000, Anjlok 31,91% Sepanjang 2026
Dolar AS Dekati Rp 18.000, Rupiah Melemah 0,31%
JAWA Terima Sanksi Karhutla, Manajemen Pastikan Produksi Tetap Normal
Pertamina Operasikan 66 SPBU 24 Jam Atasi Antrean BBM di Bali
Berita Terbaru
Subsidi Elpiji Tembus Rp100 Triliun Akibat ICP Naik
Pertamina Minta Warga Tak Timbun BBM Bersubsidi di Bali
Pertamina Tambah Pasokan BBM di Bali, SPBU 24 Jam
BEI Tetapkan 19 Saham Baru dalam Kategori HSC
MSCI Putuskan Tinjauan Indeks November 2026, Indonesia Masih Emerging Market
IHSG Menguat 0,29% ke 5.943, BBCA Topang Kenaikan
