Bos Ducati Bantah Kritik, Pilih Acosta Demi Performa

Bayu K. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Bos Ducati Bantah Kritik, Pilih Acosta Demi Performa

Gambar atau konten salah?

Keputusan Ducati merekrut Pedro Acosta menuai kritik pedas. Banyak yang menilai tim pabrikan asal Italia itu terlalu banyak mengandalkan pebalap asing. Namun, Bos Ducati Davide Tardozzi dengan tegas membantah. Menurutnya, pemilihan pebalap murni berdasarkan performa, bukan asal negara.

Mulai musim depan, Ducati akan memasangkan Acosta dengan Marc Marquez. Keduanya sama-sama berasal dari Spanyol. Acosta sendiri direkrut untuk menggantikan Francesco Bagnaia yang memilih pindah ke Aprilia. Akibatnya, untuk pertama kalinya sejak tahun 2009, tim pabrikan Borgo Panigale itu tidak memiliki satu pun pebalap Italia di barisan utamanya. Komposisi ini langsung dicemooh. Banyak yang menyebut line-up Ducati seperti 'tim nasional Spanyol'.

Tardozzi buka suara. Ia menjelaskan bahwa Ducati tidak akan sepenuhnya ditinggalkan pebalap asing. Ada rumor yang menyebut pebalap World Superbike (WSBK), Nicolo Bulega, akan bergabung dengan tim VR46 yang merupakan tim satelit Ducati. Keputusan menduetkan Marquez dan Acosta di tim pabrikan, kata Tardozzi, semata-mata karena potensi besar yang mereka miliki. Ducati yakin duet ini akan mendukung misi merebut gelar juara dunia pada tahun 2027.

"Tapi apa yang bisa kami lakukan? Ketika kami membentuk tim pabrikan, kriteria mendasar pertamanya adalah performa. Kami tidak memilih berdasarkan paspor," tegas Tardozzi kepada Gazzetta dello Sport. Ia menambahkan, "Kami bukannya menciptakan sebuah tim nasional Spanyol. Kami ingin menciptakan sebuah duet yang terdiri dari pebalap-pebalap hebat. Kami memilih dua orang yang kami pikir bisa memberikan kami sebagian besar energinya."

Lebih lanjut, Tardozzi mengakui bahwa Ducati sebenarnya ingin memiliki pebalap Italia. "Pastinya, kami ingin sekali memiliki pebalap Italia bersama kami. Oleh karena itu, kami berupaya membawa Nicolo Bulega ke MotoGP. Namun, tim pabrikan itu kan menargetkan yang terbaik: kami ingin memenangi titel juara dunia," ujarnya.

Keputusan Ducati ini menunjukkan bahwa ambisi meraih gelar juara dunia menjadi prioritas utama. Meskipun mendapat kritik karena dianggap meninggalkan tradisi, pabrikan asal Italia itu lebih memilih pebalap yang dinilai paling kompetitif. Langkah ini juga menandai perubahan komposisi besar di MotoGP, di mana tim-tim pabrikan mulai berani mengambil pebalap dari berbagai negara tanpa terikat sentimen nasionalisme.

DucatiPedro Acostakritikpebalap asingperformaMarc MarquezDavide Tardozzi

Komentar

Memuat komentar...