Nelayan Pasuruan Masih Gunakan Trawl Ilegal

Iwan D. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Nelayan Pasuruan Masih Gunakan Trawl Ilegal

Gambar atau konten salah?

Di Pasuruan, penggunaan alat tangkap ilegal atau trawl masih menjadi praktik umum di kalangan nelayan. Mereka sadar akan dampak buruk terhadap ekosistem laut dan risiko pidana, tetapi tetap melakukannya demi hasil tangkapan yang lebih besar.

Muallif Arif, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan, mengungkapkan bahwa pelanggaran masih terjadi. "Masih ada yang melanggar aturan melaut. Pada awal tahun ini, hingga Juni 2026, ada dua nelayan yang diamankan dan ditahan Polda Jawa Timur," katanya pada Selasa, 07 Juli 2026.

Ia menambahkan, angka ini bisa bertambah karena tahun 2026 baru berjalan enam bulan. Sebagai perbandingan, pada tahun sebelumnya, sebanyak 11 nelayan berurusan dengan Polda Jawa Timur. Perahu mereka sempat ditahan oleh Ditpolairud, tetapi akhirnya dilepaskan setelah ada jaminan tidak akan mengulangi pelanggaran.

Pria yang akrab disapa Ayik ini menjelaskan, mengubah kebiasaan nelayan bukanlah perkara mudah. Mereka sebenarnya sudah tahu alat tangkap mana yang diperbolehkan. Namun, godaan untuk mendapatkan ikan lebih banyak masih kuat. "Alat tangkap yang tidak ramah bisa merusak ekosistem. Ikan kecil ikut tertarik. Jika menggunakan alat tangkap yang dianjurkan, yang tertangkap hanya ikan besar, sehingga ekosistem tidak sampai rusak," jelasnya.

Beberapa nelayan yang menggunakan alat ilegal bahkan melaut terlalu ke tepi. Padahal, area tepi laut adalah tempat ikan kecil berkembang biak. Jika ikan di lokasi ini terus dikeruk, kelangsungan ekosistem laut bisa terancam. "Yang dikeruk juga ikan kecil. Ini kan jelas tidak diperbolehkan," pungkasnya.

Pelanggaran ini menunjukkan bahwa meskipun ada sanksi hukum dan sosialisasi aturan, masih ada celah antara pengetahuan dan tindakan di lapangan. Nelayan memilih risiko jangka pendek demi keuntungan ekonomi, sementara dampak jangka panjang terhadap keberlanjutan laut masih menjadi tantangan yang belum terselesaikan.

alat tangkap ilegaltrawlnelayanekosistem lautpelanggaranhasil tangkapankeberlanjutan laut

Komentar

Memuat komentar...