Brasil Bayar 203 Miliar Rupiah ke Ancelotti, Piala 2026
Gambar atau konten salah?
Gelaran Piala Dunia 2026 tinggal menunggu hitungan hari. Para kontestan mempersiapkan diri demi menampilkan performa terbaik dan menjadi juara di ajang paling bergengsi sepakbola sejagat.
Keberhasilan di turnamen nomor satu dunia membuat asosiasi sepakbola berani mematok mahal pelatih untuk menangani tim nasional. Brasil jadi yang paling berani membayar mahal pelatihnya.
Menukil AS Diario, Brasil membayar Carlo Ancelotti sebesar 11,3 juta dolar AS (Rp203 miliar) per tahun. Angka itu menjadikan Don Carlo sebagai pelatih dengan gaji tertinggi di Piala Dunia 2026.
Julian Nagelsmann berada di urutan selanjutnya. Dia dikontrak Timnas Jerman dengan bayaran yang dilaporkan mencapai 7,9 juta dolar AS (Rp141 miliar).
Amerika Serikat selaku salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 juga berani membayar mahal jasa sang pelatih, Mauricio Pochettino. Eks manajer Tottenham Hotspur ini diupah tahunan 6,8 juta dolar AS (Rp122 miliar).
Thomas Tuchel turut masuk daftar pelatih dengan gaji tertinggi. Juru taktik anyar Timnas Inggris ini meraup pendapatan 6,5 juta dolar AS (Rp117 miliar) per tahun dengan misi membawa Tim Tiga Singa mengakhiri 60 tahun puasa gelar Piala Dunia.
Roberto Martinez (Portugal) dan Fabio Cannavaro (Uzbekistan) kabarnya sama-sama mendapat bayaran 4,5 juta dolar AS (Rp81 miliar). Angka tersebut hampir 2 kali lipat dari bayaran Lionel Scaloni yang sukses membawa Argentina juara Piala Dunia 2022; Gajinya berada di angka 2,6 juta dolar AS (Rp47 miliar).
- Carlo Ancelotti (Brasil): 11,3 juta dolar AS (Rp203 miliar) per tahun
- Julian Nagelsmann (Jerman): 7,9 juta dolar AS (Rp141 miliar) per tahun
- Mauricio Pochettino (Amerika Serikat): 6,8 juta dolar AS (Rp122 miliar) per tahun
- Thomas Tuchel (Inggris): 6,5 juta dolar AS (Rp117 miliar) per tahun
- Roberto Martinez (Portugal): 4,5 juta dolar AS (Rp81 miliar) per tahun
Para pelatih ini akan memimpin tim nasional mereka menuju turnamen yang menuntut persiapan fisik, mental, dan strategi tinggi. Gaji yang tinggi mencerminkan harapan negara untuk meraih prestasi terbaik di dunia.
Dengan investasi besar pada pelatih, negara-negara ini menegaskan ambisi mereka untuk bersaing di panggung internasional. Hal ini juga menandai perubahan dalam cara tim nasional menilai nilai seorang pelatih, tidak hanya berdasarkan rekam jejak, tetapi juga potensi membawa tim ke puncak.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Timnas U‑19 Siap Hadapi Timor Leste, Kaka Fokus Evaluasi
Malaysia Pemenang Piala Dunia 2026, Indonesia Hanya Putros
Riquelme Tantang Perez: Janji Haaland & Beban Anggota
Messi Terima Penghargaan Putri Asturias di Kansas City
Garuda Muda vs Timor Leste: Piala AFF 2026 di Sumut
Rakhmad Basuki: Dari Larangan Orang Tua Jadi Pelatih Pro
Berita Terbaru
Rupiah Jatuh 14.000, Pasar Saham Turun 4.1%, Risiko Kredit
Timnas U‑19 Siap Hadapi Timor Leste, Kaka Fokus Evaluasi
Pasangan Adnan-Indah Kalah 18‑21, China Laju ke 16 Besar
Operasi Benjolan Bahu Raffi Ahmad, Dorong Pemeriksaan Rutin
122 Program Studi Tutup Akhir 2026, Menteri Jelaskan Alasan
Telur Ceplok Balado Jadi Pilihan Pagi di Rumah
Kemenpar Luncurkan Program Penertiban Akomodasi 2026
Malaysia Pemenang Piala Dunia 2026, Indonesia Hanya Putros
Rupiah Tertekan, Dolar Naik, BI Terapkan Threshold Valas
