Burung Perkici Muka Biru Kembali Terlihat di Pulau Buru

Nita W. · 3 min baca · 1 jam lalu · 3 dibaca
Bisik.id
Burung Perkici Muka Biru Kembali Terlihat di Pulau Buru

Gambar atau konten salah?

Burung perkici muka biru, yang dikenal juga sebagai blue-ronted lorikeet, kembali muncul di dataran tinggi Pulau Buru setelah hampir satu abad tidak terlihat. Spesies langka ini, yang hanya pernah diabadikan dalam foto pada tahun 2014, kini kembali menampakkan diri di gunung tertinggi pulau tersebut.

Spesies ini pertama kali dideskripsikan pada era 1920‑an berdasarkan tujuh spesimen yang ditemukan di wilayah yang tidak pernah terjamah oleh manusia. Meskipun namanya mengandung kata “muka biru”, bulunya sebenarnya berwarna hijau limau cerah dengan paruh oranye. Selama hampir 100 tahun, burung ini tidak pernah terlihat lagi, hingga sebuah foto berhasil diambil pada 1 Januari 2014 oleh Craig Robson dalam tur Birdquest.

Untuk melacak burung paling misterius di Indonesia, tim ekspedisi pendakian selama 14 hari di Pulau Buru berhasil membuka rute baru menuju Gunung Kapalatmada. Akses ke kawasan ini sangat sulit, namun para pendaki menembus rintangan tersebut dan mencapai puncak pada 1 April 2026. Hanya beberapa jam setelah mencapai puncak, dua ekor burung hijau limau melintas di udara.

“Kami melihat dua burung kecil terbang ke pohon dekat kami, jadi saya segera mengambil teropong untuk melihat salah satunya. Saya sangat girang dan kehilangan kata‑kata saat menyadari itu adalah burung perkici muka biru,” kata John C. Mittermeier, Direktur Search for Lost Birds di American Bird Conservancy.

Burung-burung tersebut terbang terlalu cepat sehingga tidak ada yang sempat mengambil foto, namun beberapa hari kemudian seekor perkici lainnya muncul tepat waktu sarapan. Ini menandai hadirnya dokumentasi foto terbaru pertama dari spesies tersebut semenjak 2014.

“Ketika kami melihat perkici muka‑biru, saya tidak kuasa menahan air mata. Setiap hari, saya nyaris menangis bahagia karena melihat burung‑burung ini ternyata masih ada,” ungkap Sumaraja, pemandu sekaligus pemimpin tur dari Birdtour Asia. Tim tersebut juga berhasil merekam suara kicauan burung itu, meskipun saat ini mereka belum dapat memastikan berapa banyak populasi perkici hijau cerah nan indah ini yang tersisa di alam liar.

Program Search for Lost Birds merupakan kemitraan global antara American Bird Conservancy, Re:wild, dan BirdLife International. Burung perkici muka biru diklasifikasikan dengan status sangat terancam punah. Tantangan utama yang mengintai spesies ini adalah menghadapi berbagai ancaman yang sebagian besar belum diketahui. Burung ini mendiami wilayah yang terus‑menerus di bawah tekanan deforestasi, dengan populasi diperkirakan sangat kecil dan rentan.

“Tantangan utama yang mengintai perkici muka biru adalah menghadapi berbagai ancaman yang sebagian besar belum diketahui. Burung ini mendiami wilayah yang terus‑menerus di bawah tekanan deforestasi, dengan populasi diperkirakan sangat kecil dan rentan,” jelas Benny A. Siregar, Koordinator Maluku di Burung Indonesia.

Penemuan ini menyoroti bahwa spesies langka ini mampu bertahan hidup asalkan berada di lokasi sangat terpencil. “Ke depannya, saya tentu berharap akan ada lebih banyak orang dapat melihat dan mempelajari burung ini lebih jauh. Pada saat yang sama, saya sangat berharap makin banyak orang peduli dan ikut serta melestarikan sisa‑sisa hutan di Pulau Buru,” ungkap Sumaraja.

Keberadaan burung perkici muka biru di Pulau Buru tidak hanya menjadi bukti keberhasilan upaya pencarian, tetapi juga menegaskan pentingnya perlindungan habitat alami. Jika deforestasi terus berlanjut, spesies ini berisiko punah. Oleh karena itu, kolaborasi antara lembaga konservasi, pendaki, dan masyarakat lokal menjadi kunci untuk menjaga kelangsungan burung ini di masa depan.

Burung perkici muka biruPulau BurudeforestasiSearch for Lost BirdsAmerican Bird ConservancyGunung Kapalatmadapelestarian habitat

Komentar

Memuat komentar...